Tuesday, February 28, 2017

February Book Haul

Kalau dipikir-pikir, aku termasuk jarang melaporkan hasil belanja buku di blog. Bukan apa-apa sih, ada masanya aku masih kalap alias gelap mata kalau nemu buku diskonan, terutama di pameran atau bazaar buku. Apalagi waktu masih hot-hotnya pelaksanaan program BUBU (Beli Ulang Baca Ulang). Terlalu banyak soalnya.

Sekarang boleh dibilang aku sudah mengurangi taraf belanja bukuku ke tingkat yang cukup normal, yaitu belanja komik mingguan yang diselingi belanja satu atau dua buku nonkomik, baik secara online atau offline. Kalap belanja terakhir yang kualami sudah lumayan lama, di event Big Bad Wolf BSD tahun lalu, bahkan belanja di event Harbolnas Gramedia.com yang all item 70% saja aku terhitung masih bisa menahan diri. Yay!

Tapi... (iya ada tapinya), kadang-kadang kalau aku main ke mall dengan niat nonton film saja di akhir pekan, adaaaaa saja buku-buku yang tanpa sengaja terbawa pulang, apalagi kalau sampai ketemu lapak obralan Bybooks dan Periplus.

Karena di bulan Februari ini aku kepingin banget nonton Batman Lego, John Wick 2, dan Split... ternyata lumayan banyak juga buku yang kubeli tanpa rencana.

Pulang nonton Batman Lego di FX Senayan, aku mampir ke Bybooks dan Periplus, dan membawa pulang buku-buku yang harganya berkisar antara Rp. 10.000,- s/d Rp. 40.000,- per jilidnya.

11 Februari 2017
Dari lapak Bybooks, aku menemukan beberapa buku anak-anak, dari buku fiksi karya Michael Morpurgo, Jacqueline Wilson, Louis Sachar dan buku nonfiksi dari serial Horrible (Histories/Science/Geography). Yang bukan buku anak-anak antara lain buku Michael Chabon, Mary Roach, sampai buku biografi Andre Agassi.

Dari lapak Periplus, aku menemukan jilid 10 seri How to Train Your Dragon, dua buku Mohsin Hamid, David & Goliath-nya Malcolm Gladwell, The Rosie Project-nya Graeme Simsion dan In The Heart of the Sea-nya Nathaniel Philbrick (niatnya dibaca dulu sebelum ditonton versi filmnya).

12, 15, dan 18 Februari 2017
Selain buku-buku tersebut, masih ada buku yang kubeli dengan harga normal, misalnya manga Hunter X Hunter, Bakuman, dan Nisekoi yang kubeli di Gramedia Mal Ambassador sebelum menyeberang ke Lotte Shopping Avenue buat nonton film John Wick 2. Atau buku jilid 6 seri Mistborn-nya Brandon Sanderson dan buku Joe Hill yang kupesan dari Periplus. Buku lainnya adalah Koleksi Kasus 2 Sherlock Holmes yang kubeli via Tokopedia. Buku yang terakhir itu terpaksa kubeli dengan harga normal di sana karena aku terlanjur punya buku pertamanya. Waktu Halbornas di Gramedia.com aku order buku satu dan dua sekaligus sih, yang meskipun ordernya sukses, belakangan dibatalkan sepihak oleh Gramedia dengan alasan stok di gudang kosong. Eh, pas paket bukunya kubuka, buku yang masih tersegel ini ternyata masih terbungkus kantong plastik Gramedia... Ih, jadi curiga deh kalau si penjual buku mungkin salah satu sainganku waktu mengorder buku ini di Halbornas!

Minggu depannya, setelah selesai nonton film Split di FX Senayan, aku tetap mampir di lapak Bybooks dengan asumsi tak bakal banyak beli karena menduga koleksinya masih belum banyak perubahan, toh baru saja satu minggu. Eh, ternyata stoknya sudah bertambah... Jadinya... belanja lagi deh...

18 Februari 2017

Yang banyak kubeli kali ini adalah buku cerita anak-anak karya Dick King-Smith, penulis buku The Sheep-pig yang sudah diadaptasi jadi film Babe. Biasanya sih karena aku memprioritaskan untuk melengkapi koleksi Horrible Series, buku penulis anak-anak lain (kecuali buku Jacqueline Wilson) kulewatkan. Tentu saja, selain buku Michael Morpurgo dan Eoin Colfer, kali ini aku juga masih mencomot beberapa buku dari seri Horrible yang belum kumiliki (ada sebanyak apa sih serial ini?) Pas mau bayar di kasir, eh malah nemu buku ensiklopedi Sherlock Holmes. Harganya masih bikin nyeri dompet sih... tapi ya sudahlah.

Selanjutnya, pada weekend terakhir bulan Februari ini, aku tidak main ke bioskop. Selain belum ada film yang menarik, aku memang ada acara outbond kantor ke Yogyakarta. Pas acara bebas, sementara rekan-rekan main ke toko atau pasar di Malioboro untuk mencari oleh-oleh, aku main ke Taman Pintar Bookstore untuk sekadar "melihat-lihat". Apa boleh buat, ada saja buku yang kelihatannya menarik, meskipun sebenarnya sebagian bisa kubeli di toko buku online atau offline di Jakarta.

25 Februari 2017
Yang kugondol pulang antara lain buku-buku kumpulan cerpen Kompas, buku-buku Marjin Kiri, buku-buku Komunitas Bambu, dan buku-buku Benedict Anderson yang diterbitkan oleh Matabangsa. Bikin berat tas saja deh. Untungnya lima dari sekian buku di atas bisa kubaca selama perjalanan kereta api balik ke Jakarta.

Nah, pas sudah kembali ke kosan, eh pesanan komikku di Gramedia.com empat hari sebelumnya juga ternyata sudah datang.

26 Februari 2017

Duh, nambah-nambahin timbunan saja, meskipun belanjaan yang terakhir ini sebenarnya bisa segera dibaca sih, kalau badan tidak tepar gara-gara perjalanan jauh.

Omong-omong, saat ini sebenarnya masih ada buku yang kubeli secara online yang masih dalam perjalanan, tapi karena pada prinsipnya aku menginput database buku berdasarkan buku yang sudah kuterima secara fisik, biarlah buku-buku itu masuk ke laporan book haul berikutnya saja.

Fiuh, sudah ah, kok malah jadi panjang. Laporannya sampai di sini dulu saja, ya...


No comments:

Post a Comment