Monday, March 6, 2017

Farm Boy

Judul : Farm Boy

Penulis : Michael Morpurgo

Penerbit : HarperCollins' Children Books

Tebal : 128 halaman

Dibeli di : Bybooks FX Senayan

Harga beli : Rp. 10.000,-

Dibeli tanggal : 11 Februari 2017

Dibaca tanggal : 23 Februari 2017

Review :
Cover buku ini menyebutkan bahwa buku ini merupakan sekuel dari buku War Horse (yang juga pernah kubahas secara singkat di blog ini), namun demikian setelah kubaca, cerita yang disampaikan dalam buku ini sebenarnya berdiri sendiri, bahkan apabila nama tokoh-tokohnya diganti (termasuk Joey si pensiunan kuda perang), tidak akan mengubah cerita sama sekali.

Buku ini mengisahkan hubungan yang erat antara seorang anak laki-laki yang lahir dan besar di kota dengan kakeknya dari pihak ibu, yang tinggal di daerah pertanian di pedesaan. Berbeda dengan orang tuanya, terutama ayahnya, yang sangat kota-centris dan cenderung tidak menyukai kehidupan di desa, sang anak terobsesi dengan kehidupan pedesaan dan sangat senang apabila berlibur ke rumah kakeknya.

Hal yang disukai sang anak terutama apabila sang kakek bercerita tentang masa lalu, termasuk masa lalu ayahnya, sang kakek buyut, yang ternyata tokoh pemeran pembantu di cerita War Horse. Sekilas dikisahkan juga sedikit cerita tentang sang kakek buyut yang pergi berperang demi bertemu kembali dengan Joey, kuda kesayangannya, sampai akhirnya ia (yang kemudian dijuluki Pak Kopral sesuai pangkatnya) dan Joey disambut warga desa saat mereka kembali dengan selamat. Namun tentu saja, bukan itu inti cerita buku ini (kalau mau cerita lengkapnya, silakan baca buku prekuelnya, atau nonton versi filmnya sekalian, lumayan ada Benedict Cumberbatch dan Tom Hiddlestone numpang lewat di situ). Tema cerita selanjutnya adalah bagaimana kehidupan Pak Kopral dan Joey setelah kembali ke dunia pertanian.

Ada cerita dalam cerita di buku ini. Setelah sang cucu mengajari sang kakek menulis dan membaca (terutama supaya sang kakek bisa membaca sendiri novel-novel Agatha Christie yang merupakan penulis favoritnya), ternyata kemudian sang kakek menuliskan cerita dengan bahasa yang sederhana tentang ayahnya dan kuda-kuda kesayangannya, dalam menghadapi perubahan teknologi yang mulai merambah dunia pertanian. Keberadaan kuda tidak dibutuhkan lagi untuk membajak tanah, karena sekarang sudah ada traktor yang bisa menggantikan tenaga kuda!

Cerita pendek sang kakek diakhiri dengan lomba plus taruhan yang menegangkan antara Pak Kopral dengan kuda-kuda kesayangannya, Joey dan Zoey, melawan petani modern yang menggunakan traktornya: untuk membuktikan siapa yang bisa membajak ladang lebih banyak dalam waktu yang sama. 

Review singkat ini dibuat dalam rangka mengikuti tantangan ini:
Kategori: Lima Buku dari Penulis Yang Sama





No comments:

Post a Comment