Showing posts with label Bukan Review. Show all posts
Showing posts with label Bukan Review. Show all posts

Monday, March 9, 2020

2020 Second Book Haul!

Pernyataan Resolusi 2020:
- Aku akan lebih banyak baca buku digital ketimbang buku fisik
- Aku akan mengurangi belanja buku fisik karena terbatasnya space perpustakaan pribadi
- Aku akan menghabiskan timbunan buku fisik yang tercatat di rak to-read Goodreads

Kenyataannya:
- Iya sih, sudah menahan diri belanja buku di toko buku offline, tapi beli komik secara online jalan terus tiap minggu... belum kalau tetiba pingin beli komik Program Beli-Ulang-Baca-Ulang
- Resolusi berlaku buat pameran/bazaar rutin seperti IIBF/Islamic Book Fair/dll yang sukses kuhindari, tapi... tidak berlaku untuk Big Bad Wolf!!!

Begini... tiap tahun aku wajib rutin menyambangi event ini, obral buku impor dengan jumlah dan variasi buku seabrek, jadi tentu saja tak mungkin kulewatkan... meski sembari dag-dig-dug bakal sebanyak apa buku yang bakal kubawa pulang, dan ujung-ujungnya menambah timbunan to-read yang sebenarnya baru saja kuturunkan ke bawah 40 buku...

Nah, untuk event tahun ini, aku khusus mengambil cuti di hari Jumat tanggal 6 Maret kemarin, supaya tidak perlu bergadang buat belanja tengah malam lagi seperti 2 tahun terakhir ini. Dan alhamdulillah... sepertinya aku cukup sukses menahan diri, karena belanjaanku tidak lebih dari 1 troli dan tidak lebih dari 2x UMR seperti dahulu...

Tapi... sudah tentu timbunanku jadi bertambah jadi dua kali lipat, jadi naik ke kisaran 90-an buku lagi! Duh. Ya sudah, seperti biasa motto lama tetap berlaku: lebih baik menyesal membeli daripada menyesal tidak membeli.

Jadi, buku-buku apa yang kemarin akhirnya kucomot dan kubawa pulang setelah berputar-putar di Hall 6 - 10 ICE BSD selama kurang lebih 5 jam?

Hardcover Edition

Khusus yang edisi hardcover, lumayan banyak juga ternyata. Bervariasi antara buku fiksi dan nonfiksi, komik dan nonkomik. Yang harganya ngajak nangis tentu saja komik Omnibus Marvel The Stand-nya Stephen King (yang sama mahalnya dengan komik Omnibus Marvel The Dark Tower-nya Stephen King yang kubeli di BBW tahun lalu). Lalu... nggak sengaja nemu komik Civil War-nya Mark Millar dong. Akhirnya punya juga hardcopy-nya selain versi novelnya Stuart Moore. Biasanya kalaupun nemu di Kinokuniya, sayang saja kalau beli dengan harga asli. Ensiklopedia Star Wars terbitan DK juga kudapat tidak sengaja, waktu sedang mencari buku-buku terbitan DK titipan teman.

Softcover Edition

Seperti biasa kalau ada event seperti ini, belanjaanku memang random dan seketemunya saja, buku apapun yang "sepertinya menarik". Jadi tidak ada acara frustrasi kalau ternyata tidak menemukan buku yang ingin dibeli dengan harga banting di BBW. Buku ensiklopedi? Oke. Buku sejarah? Oke. Buku Dilbert? Oke. Novel Star Wars? Sip. Biografi Robert Downey Jr.? OKE BANGET!!!

Buku serial
Kalaupun ada buku yang diniatkan untuk dicari dan dibeli, biasanya sudah dapat bocoran dari teman-teman yang LPM pada saat presale di dua hari sebelumnya bahwa buku-buku ini tersedia. Misalnya boxset Adventure-nya Enid Blyton (padahal sudah punya lengkap versi terjemahan), atau boxset Magisterium-nya Holly Black & Cassandra Clare (padahal selama ini belum tertarik untuk baca sih). Khusus serial Rivers of  London-nya Ben Aaronovitch malah baru tertarik beli setelah minggu lalu baca versi komiknya, padahal di BBW tahun-tahun sebelumnya selalu kucuekin, dan wajar saja sih kalau cuma nemu 4 buku, tanpa buku ke-4 dan ke-5. Santuy aja sih, sisanya bisa dibeli online. Belum tentu juga sih besok-besok langsung kubaca juga...

Ruckus Books

Jarahan terakhirku adalah 2 buku unik ini, yang fungsi sebenarnya lebih untuk dipajang daripada dibaca, itu pun tanpa niat untuk dicari dan dibeli. Namun mengingat aku sudah punya buku Whiskey, ya sudahlah kuembat juga meski tidak jelas di lemari mana bakal kupajang nanti. Lemari perpustakaan sudah luber, Bos!

Hm... sepertinya laporan (curcol) belanja buku di BBW 2020 cukup sekian saja. Niatnya sih aku tidak mau balik lagi ke sana, supaya tidak tergoda untuk belanja dan menambah timbunan lagi.

Sekarang... targetku adalah membaca semuanya di tahun ini. Kalau sempat. Kalau mood. Kalau tidak malas. Kalau tidak sok sibuk kerja. Kalau tidak terjerumus membaca fanfiction di ao3 melulu. Kalau...

Kalau sampai waktuku...










Tuesday, January 28, 2020

2020 First Book Haul!

Pernyataannya:

Ternyata puasa belanja buku nonkomik di bulan Januari 2020 ini hanya bisa bertahan 24 hari.

Pertanyaannya:

Q: Puasa belanja buku? Yang benar?
A: Memang nggak ada niat puasa sih... cuma belum kepingin beli buku nonkomik aja.

Q: Apa alasannya?
A: Kan perpus pribadi sudah overload, jadi kalau bisa jangan tambah buku du--

Q: Lho, kemarin-kemarin masih beli komik di toko buku online, kan?
A: Yang diomongin kan buku nonkomik, kalau komik memang rutin beli mingguan, sekali beli pun paling cuma 4-5 bu--

Q: Yang benar? Terus kemarin beli manga online serial Q.E.D. jilid 1-50 dan C.M.B. jilid 1-38-nya Motohiro Katou itu apa?
A: ... Itu lain, itu proyek BUBU untuk koleksi komik yang dulu dilego maling...

Q: Terus itu komik mau disimpan di mana? Katanya perpustakaan pribadi sudah overload?
A: ...

Kenyataannya:

Entah kenapa belakangan ini aku memang sedang malas saja beli buku nonkomik, baik fiksi maupun nonfiksi. Untuk buku-buku ini aku sudah terbiasa lebih banyak membaca versi ebook di ponsel atau laptop, bahkan punya buku fisik pun yang dibaca seringnya malah versi ebooknya. Sumbernya bisa berasal dari mana saja, baik dari Gramedia Digital Premium, aplikasi ipusnas, ataupun sumber-sumber lain yang tidak bisa kusebutkan di sini. Kunjungan ke pameran dan bazaar buku juga sudah amat sangat kukurangi, IIBF 2019 kemarin saja lewat. Terakhir beli buku fisik nonkomik banyak cuma waktu BBW Jakarta 2019 (itu pun sudah jauh berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya). Alasannya ya itu, ruang perpustakaan pribadi yang terbatas. Mau beli buku baru? Eits, keluarkan dulu dong buku yang sepertinya tidak bakal dibaca (lagi).

Tapi ya itu... Seringnya aturan terbaru itu tidak berlaku sih buat Proyek Beli-Ulang-Baca-Ulang kategori koleksi komik hilang yang ingin kubeli dan kubaca lagi. Padahal lebih makan tempat ketimbang buku fisik. Bah!

Semula kukira bulan Januari ini bisa lewat tanpa sempat membeli buku fisik nonkomik satu pun. Nasib berkata lain. Ceritanya hari Sabtu kemarin pas Imlek, aku akhirnya menonton film di bioskop untuk pertama kalinya di tahun 2020, back-to-back pula: Dolittle/1917/Bad Boys for Life di Cinepolis Plaza Semanggi. Usai nonton film terakhir, aku turun ke basement buat belanja sedikit di Foodmart. Seperti biasa, aku mampir ke lapak Books & Beyond di seberang Foodmart. Biasanya aku menemukan satu-dua buku yang sepertinya menarik. Ternyata kali ini yang menurutku cukup menarik ada lumayan banyak.

Dan hasilnya... eng-ing-eng... ~drum rolls~...

Rekor Book Haul paling sedikit, cuma 10 buku!

Yap, book hoarder kambuhan sepertiku memang susah menahan diri, apalagi kalau menemukan buku yang dijual dengan harga banting. Ada buku ensiklopedi anak-anak dari DK Publishing cuma 70k! Ada buku hardcover Michael Lewis cuma 60k! Ada buku Patrick Ness (sudah baca versi ebook) cuma 40k! Ada buku jilid 0,5 dan 3,5 serial His Dark Materials-nya Philip Pullman (entah kebetulan atau bagaimana pagi sebelum berangkat nonton aku baru baca versi ebook kedua buku ini!) masing-masing cuma 30k! Dan... ada juga buku Lords of the Sith-nya Star Wars yang sudah lama kucari ebooknya tapi belum dapat juga! Duh... semuanya godaan yang tak bisa ditolak. Jadi... pecah deh telor beli buku nonkomik di tanggal 25 Januari 2020. Ya sudahlah, terima nasib dan jalani hidup sesuai motto:


Lebih baik menyesal membeli, daripada 
menyesal tidak membeli



Laporan selesai.



Wednesday, January 1, 2020

2019 Challenges Wrap Up & 2020 Challenges


Selamat Tahun Baru, Gaes...

Untuk postingan kali ini... saya tidak mau banyak beralasan lagi deh tentang menurunnya kemauan menulis apapun di blog ini. Iya, kalau sudah masuk ke golongan Lazy Blogger Stadium IV mau bagaimana lagi. Review Challenges lewat dah.

Singkat cerita, yuk langsung saja ke Laporan Pertanggungjawaban Tahun 2019:

1. Goodreads Reading Challenges


Tercapai dengan Catatan : 1215 di antaranya adalah buku komik, baik komik Amerika terbitan Marvel, DC, Image, Dark Horse atau manga, manhwa, dan segala macam buku komik lainnya. Namun demikian, itu sudah menurun kok dari tahun sebelumnya, karena buku nonkomik yang kubaca tahun ini mencapai 828 dari target 500 buku, naik dari tahun sebelumnya yang cuma 515 buku. Ada peningkatan sedikitlah.


2. New Author Reading Challenge

Tercapai 329 penulis dari target 150. Ini targetnya yang terlalu rendah atau akunya yang sering kepo buat coba-coba baca buku penulis baru sih?


3. Project Baca Buku Cetak

Rak Want-to-Read atau TBR atau timbunan buku fisik di akhir tahun 2019 ini ada 47 buku, turun dari sebelumnya 80-an buku di akhir tahun 2018. Yang cukup menggembirakan adalah aku akhirnya berhasil menyelesaikan buku-buku bantal Stormlight Archives-nya Brandon Sanderson yang jilid 1 dan 2-nya sudah terlantar bertahun-tahun. Yang kurang membanggakan adalah sekitar selusin buku romance yang sudah bertahun-tahun terlantar akhirnya aku hibahkan tanpa sempat kubaca sama sekali.

Yang jelas, angka di bawah 50 ini lumayan melegakan sih...


4. Review Challenge

.....
..........
...............
Wassalam.
Tetap gagal dengan amat sangat mengenaskan.
Cuma ada 3 postingan di blog ini, itu pun ala kadarnya, cuma salinan komentar agak panjang dari review di akun Goodreads, di mana aku sedikit gatal untuk curcol atas buku yang baru dibaca.

Apakah Review Challenge harus kuhapuskan saja?



Lalu, bagaimana dong menyikapi pencapaian tahun 2019 untuk target yang lebih realistis di tahun 2020? Yuk, kita pasang saja.



1. Goodreads Reading Challenges

Sesuai tradisi saja ya, disesuaikan dengan angka tahun.


Aku belum selesai baca satu buku pun sih di tahun 2020 pas menuliskan postingan ini. Sepanjang aku masih doyan baca komik, aku optimis target ini pasti bisa tercapai. Yang jadi pertanyaan, berapa buku nonkomik yang bisa kubaca tahun ini? Apakah target tahun lalu terlalu rendah?

Ya sudah, supaya lebih menantang, target buku nonkomik kunaikkan jadi 750 buku deh.


2. New Author Reading Challenge

Apakah target tahun lalu masih tergolong rendah? Untuk amannya, targetnya kunaikkan jadi 250 penulis baru ya.


3. Project Baca Buku Cetak

Dengan ini dilaporkan bahwa hari ini tidak ada buku timbunan di kamar kosan, yaaay!
Jelas saja karena 47 buku timbunan semuanya ada di perpuspri di Cirebon.

Untuk realistisnya, mudah-mudahan timbunan buku terlantar bisa diturunkan ke angka di bawah 30 buku tahun ini.


4. Review Challenge

Iya, iya... target review ini tetap kupertahankan deh. Minimal 12 review... Setidaknya ada harapan kalau aku mau (baca: tidak malas) mencoba Tantangan Baca Goodreads Indonesia di bawah ini:


Ini... kalau baca bukunya saja sepertinya mudah sih. Yang malas biasanya memang menulis review-nya :)


Terakhir, aku sebenarnya ingin sekali bisa menetapkan resolusi ala Ivan Lanin, yaitu membuat satu tulisan setiap hari (yang bukan kerjaan kantor, tentunya) di tahun 2020. Tapi... buat target yang realistis saja dulu saja ya.

Yuk ah, aku tinggal baca buku lagi...







Wednesday, January 2, 2019

The Ugly, The Bad, and The Good: Auwyang Hong at a Glimpse


Dalam setiap cerita, sudah pasti ada tokoh antagonis, yang memang diciptakan sebagai plot-driver untuk membuat hidup tokoh protagonisnya semakin sulit.

Dalam cerita silat karya Chin Yung yang pertama kali kukenal, Sia Tiauw Eng Hiong, terdapat segudang tokoh antagonis, dengan jadwal naik panggung yang berbeda-beda. Ada yang muncul sejak awal, ada yang baru muncul setelah tokoh kita terjun ke dunia kang-ouw, ada pula yang baru muncul di babak pertengahan tapi terus mendominasi sampai akhir dongeng.



Nah, tokoh antagonis yang akan kita bahas sekarang termasuk dalam kelompok terakhir.

Sebelum Auwyang Hong menampakkan diri pada babak Oey Yok Su mencari mantu di pulau Tho-hoa-to, pembaca sudah mendapatkan sedikit gambaran seperti apa tokoh kang-ouw paling sakti di daerah barat ini. Konon kesaktiannya sejajar dengan tiga tokoh sakti dari tiga mata angin lainnya: Ang Cit Kong dari Utara, Oey Yok Su dari Timur dan Toan Hongya dari Selatan. Dan level mereka berempat cuma sedikit di bawah sang pendiri Coan-cin-kauw. Tapi dari julukannya yang garang, See Tok alias Racun Barat, pembaca sudah dapat menduga bahwa tokoh satu ini pasti lebih sesat dibandingkan Oey Yok Su si Sesat Timur. Apalagi pembaca terlanjur kenal duluan dengan keponakannya yang ganteng-ganteng kucing garong.



Lalu benarkah Auwyang Hong sejahat yang diperkirakan?

Kalau kita melihat dari sudut pandang para tokoh utama yang sangat dirugikan oleh tindak tanduknya, tentu saja kita semua sepakat bahwa dosa-dosanya susah dimaafkan. Kalau diukur dengan 7 deadly sins, paling tidak ia menderita penyakit wrath, greed, pride,  dan envy. Ia menghalalkan segala cara dan tidak segan-segan berbuat kriminal dengan segala macam variasi dan turunannya demi mencapai tujuan utama hampir semua orang di dunia kang-ouw: menjadi jagoan nomor satu di kolong langit.

Tapi tentu saja, meskipun pada karya-karya awalnya Chin Yung cenderung menggambarkan para karakternya dengan sangat hitam putih, kalau kita mau, kita bisa kok mencari sisi positif dari setiap orang, termasuk karakter beracun seperti Auwyang Hong.



Jadi, apa saja sisi positif dari Auwyang Hong yang bisa kita ambil?

1. Ambisius
Seperti kata Gordon Gekko di Wall Street, Greed is Good. Mau seperti apa hidup manusia tanpa ambisi? Meskipun ilmu silat Auwyang Hong sudah sangat tinggi dan orang yang bisa menandinginya hanya bisa dihitung dengan jari sebelah tangan, ia tidak mudah merasa puas. Kalau di atas gunung masih ada gunung, mari kita taklukkan gunung yang lebih tinggi. Kalau di atas langit masih ada langit, mari kita bangun roket untuk menjelajahi angkasa luar. Jadi jagoan nomor satu di dunia kang-ouw? Mari kita cari dan pelajari ilmu silat yang sakti tiada tandingannya!

2. Rajin Belajar
Meskipun umurnya sudah tua, semangat belajar Auwyang Hong masih tetap tinggi. Ia juga tidak malu untuk belajar pada orang-orang muda yang belum kenal asam garam dunia, sepanjang mereka lebih menguasai ilmu yang ingin dipelajarinya. Meskipun ilmu yang dipelajarinya sangat sulit dipahami karena sudah diedit habis-habisan oleh trio Ang Cit Kong-Kwee Ceng-Oey Yong, toh ia tetap maju tak gentar walaupun harus menempuh risiko penurunan kesehatan mental.

3. Toksikolog Ahli
Julukan Racun Barat yang disandang Auwyang Hong sangat literal, bukan hanya metafora. Racun ular yang jadi andalannya bukan hasil belanja dari tukang obat kaki lima, tapi dibuat sendiri di laboratorium pribadi melalui eksperimen yang komprehensif dan ekstensif. Dan racun yang bisa ditularkan dari korban pertama pada korban-korban berikutnya? Cuma Auwyang Hong yang bisa begini!

4. Panjang Akal
Meskipun berkali-kali dikerjai orang, terutama oleh Oey Yong yang cerdik-cendekia, Auwyang Hong kerap bisa mengatasinya. Malah, siapa sangka dalam keadaan kepepet ia berhasil menemukan parasut (meskipun dengan bahan seadanya sehingga terpaksa terjun payung dari puncak tebing dalam keadaan telanjang). Tanpa ide briliannya, Kwee Ceng dan Oey Yong pasti tak kepikiran untuk mengerahkan pasukan para pertama di dunia sehingga pasukan Jenghis Khan bisa menaklukkan kota Samarkand.

5. Tidak Mata Keranjang
Kata orang, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Tapi bisa dibilang, untuk urusan ranjang, Auwyang Hong sama sekali berbeda dengan Auwyang Hok yang gemar memetik bunga tanpa izin. Iya, bisa saja sih karena sudah tua mungkin saja minatnya ke olahranjang sudah tidak sebesar waktu masih muda, tapi tetap saja tidak ada ceritanya kalau ia punya kecenderungan bersikap ganjen pada gadis-gadis cantik yang ditemuinya. Buktinya, anaknya cuma satu. Kalau ia punya anak segudang dari haremnya di Gunung Unta Putih, jelas ia tidak akan menerima Yo Kang sebagai murid!

Untuk masalah status Auwyang Hok, aku lebih memilih versi Wong Kar Wai di Ashes of Time, di mana Auwyang Hong bukannya berselingkuh dengan istri kakaknya. Ia hanya terlalu keranjingan pada ilmu silat dan mencari nama di dunia persilatan, sehingga sering meninggalkan kekasihnya. Wajar saja sih pas ditinggal lama, dalam keadaan hamil akhirnya sang kekasih terpaksa menikahi calon kakak iparnya. Yaaa, daripada anaknya lahir sebagai anak di luar nikah. Waktu itu kan belum ada hape, susah memanggil pulang Bang Toyib buat dipaksa nikah!

6. Sayang Anak
Yang ini tidak usah diragukan lagi. Meskipun status Auwyang Hok hanya “keponakan”, jelas Auwyang Hong hanya menyayanginya. Apalagi seperti halnya Hiten Mitsurugi Ryu-nya Seijuro Hiko, ilmu Auwyang Hong hanya bisa diturunkan pada satu orang dalam setiap generasi. Kalau saja nasib berkata lain, sudah pasti apapun yang dipelajari dan akan dipelajari Auwyang Hong seumur hidupnya, termasuk Kiu-im Cin-keng, semuanya akan diwariskan kepada putra semata wayangnya. Belum lagi urusan jodoh. Meskipun tahu anaknya mata keranjang, sebagai ayah yang baik ia tidak segan-segan turun tangan langsung membantu anaknya untuk meminang putri rival besarnya. Dan sayang anak ini tidak hanya berlaku untuk anak kandung, ia juga menerapkannya pada anak angkatnya, Yo Ko.

7. Ganteng
Apalagi waktu masih muda. Kalau ditanya mirip siapa, ya… kira-kira mirip Leslie Cheung, lah XD

Kumis tipis hiasan, wajah tampan rupawan

Yah, pasti sebenarnya masih banyak lagi hal-hal positif yang masih bisa kita gali dari tokoh antagonis ini. Tapi nanti malah bikin posting ngalor-ngidul ini jadi kepanjangan :)


Ada yang mau ikut menambahkan?


Catatan :
Tulisan ini sudah lama kubuat, menurut MS Word tanggal 14-02-2017, kira-kira tidak jauh jaraknya dari aku membeli-ulang-baca-ulang serial Sia Tiauw Eng Hiong-nya Chin Yung. Sekarang ku-upload saja untuk memulai postingan di tahun 2019 (selain postingan wajib challenge awal tahun). Anggap saja ini langkah awal niat lamaku untuk memposting serial tulisan yang mengulik sisi positif para villain atau tokoh antagonis dari cerita atau genre apapun. 









Tuesday, January 1, 2019

2018 Challenges Wrap Up & 2019 Challenges


Selamat Tahun Baru, semuanya!


Hah... aku mau nulis apa ya di awal tahun baru ini...

Tahun 2018 kemarin aku nyaris tidak pernah mampir lagi ke blog ini setelah memposting 2018 Challenges. Jadi... jelas ada target yang amat sangat tidak tercapai... target posting review, tepatnya. Bukannya aku tidak pernah bikin review singkat di goodreads setelah selesai baca buku sih, tapi komen singkat yang tidak diposting di blog tidak masuk hitungan. Belum lagi... seandainya satpam BBI masih rajin menyambangi blog yang nganggur berbulan-bulan malah nyaris setahun, pasti sudah lama aku ditendang dari BBI. Atau minimal dikasih peringatan dengan hukuman percobaan, barangkali. Ampun deh, aku janji bakal mampir setidaknya sebulan sekali tahun ini!

Jadi, apa saja target 2018 yang tercapai?  Yuk kita mulai aja ah, nggak pakai lama...

1. Goodreads Reading Challenge


Oke, tercapai dengan catatan seperti biasa... sebagian besar komik, terutama komik Marvel dan DC. Mwahahah. Curang? Lha, iyalah. Target buku nonkomik tercapai 515 dari target 500 buku, tapi tetap terhitung curang juga sih karena banyak yang halamannya tipis, terutama buku anak-anak. Kalau iseng mengecek statistik Goodreads tentang buku yang dibaca 12 bulan terakhir, aku malah dihitung cuma baca 230 buku! Beda sistem dengan RC mungkin ya, yang tidak peduli pada tebal halaman dan juga  menghitung re-read sebagai pencapaian!


2. New Author Reading Challenge

Tercapai 159 dan target 100.

Okay, di mana-mana juga kalau target diturunkan memang lebih mudah dicapai. Mungkin tahun 2019 perlu dinaikkan lagi targetnya ya...


3. Project Baca Buku Cetak

Kelihatannya timbunan malah bertambah dari 70-an buku di akhir tahun 2017 menjadi 80-an di akhir tahun 2018. Bukannya tidak ada usaha membaca buku timbunan sih... tapi ada saja tambahan buku cetak baru yang tak segera kubaca... Lebih banyak plus ketimbang minusnya deh.


4. Review Challenge

Boro-boro bikin review, bikin postingan baru di blog ini dalam setahun terakhir ini saja nggak. Jadi, dengan amat terpaksa aku akhirnya membuat 2 review dari dua buku yang terakhir kubaca, persisnya di malam tahun baru. Padahal targetnya sudah diturunkan dari target 2017 menjadi 52 review saja.



Jadi, sepertinya aku perlu menyusun target 2019 yang lebih realistis dan sesuai dengan tingkat kemalasan? Let's go!





1. Goodreads Reading Challenge

Sepanjang sistem perhitungan RC belum berubah, aku akan tetap mempertahankan tradisi menetapkan target jumlah bacaan sesuai angka tahun.


Sejauh ini masih on the track, dan baru 2 jilid komik, sisanya timbunan buku cetak dan digital. Mudah-mudahan tidak segera kehabisan gas di awal tahun, meskipun jelas aku pasti masih bakal lebih banyak baca komik ketimbang novel.

Target baca buku nonkomik? Tetap 500 saja dulu ya.


2. New Author Reading Challenge

Melihat pencapaian tahun lalu, baiklah kunaikkan lagi targetnya dari 100 menjadi 150. Masih ada terlalu banyak penulis yang belum kukenal, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.


3. Project Baca Buku Cetak

Aslinya sih, saat ini buku cetak di kamar kos (di luar manga) cuma ada 4 jilid. Hebat, ya? Nggak juga sih, karena timbunan yang aku punya versi ebook-nya atau ada di aplikasi GD aku kirim semua ke perpustakaan di Cirebon.

Apakah akhirnya aku akan membaca buku yang sudah tertimbun bertahun-tahun bahkan belasan tahun di tahun 2019 ini? Kita lihat saja nanti.


4. Review Challenge

Apakah challenge ini masih tetap kubuat tahun ini setelah gagal dengan sungguh amat sangat mengenaskan tahun lalu? Bagaimana dengan tingkat kemalasan tahun ini, apakah dapat diprediksi menurun atau malah meningkat?

Ya sudahlah... meskipun masih tidak realistis mengingat level kemalasan posting review (atau posting apapun) di blog ini tahun lalu, aku tetap buat buat challenge-nya, deh. 

12 Review saja ya. Itu juga sudah jauh lebih mendingan ketimbang pencapaian tahun 2018 kok, hehehe...


Okay, folks! Kita akhiri resolusi tahun 2019 ini. Mudah-mudahan pencapaian target tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya!


  

Tuesday, January 9, 2018

2017 Challenges Wrap Up & 2018 Challenges


HAPPY NEW YEAR, EV'RYBODY!!!

Um... sudah lewat 9 hari sih, tapi anggap saja masih sah ya mumpung masih bulan Januari...

Omong-omong, sudah lewat tiga bulan sejak postingan terakhirku di sini. Banyak sih alasannya, dari alasan klise seperti beban kerja yang tinggi sehingga pulang larut nyaris setiap hari selama kwartal terakhir 2017 sampai alasan yang nggak banget seperti kebanyakan baca fanfic sebagai pengisi waktu luang yang sebenarnya sudah mepet. Ujung-ujungnya, jelas alasan alamiah umat manusia: MALAS.

Duh, mau bilang malas saja kok pakai mutar-mutar segala sih...

Gara-gara lebih suka tidur selonjoran (atau meringkuk? pick one please) sambil baca ao3 di ponsel, apa kabarnya dong tantangan pribadi di tahun 2017?

Huahaha... berantakan tentu saja. Gitu saja kok pakai tanya segala. Yuk, kita buka saja aib pencapaian di tahun 2017 kemarin:

1. Goodreads Reading Challenge



Yay. Checked. 2024 dari 2017 buku.

Ehm, tercapai sih tercapai, tapi... sepertinya sampai tiga hari terakhir aku masih behind schedule lebih dari 150 buku. Jurus rahasia mengejar target di injury time pun dilancarkan dengan ganas: sama dengan tahun lalu, binge-reading komik Marvel, kali ini plus komik DC sekalian (Btw, beberapa jilid dari serial Rebirth Batman dan Superman, termasuk serial Super Sons yang mengikuti petualangan anak-anak Bruce dan Clark ternyata asyik juga lho untuk diikuti. Yang belakangan malah serasa membaca petualangan Trunks dan Goten di Dragon Ball).

Kabar buruknya, target buku nonkomik cuma tercapai 469 dari 1000. Sepertinya tahun ini lebih banyak fanfic dengan puluhan chapter yang kubaca ketimbang buku nonkomik.


2. New Author Reading Challenge

Nay. Kalau yang ini rapor merah, karena cuma tercapai 109 dari target 200. Benar-benar tanpa perencanaan dan strategi sama sekali, apalagi kemauan untuk mencapai target. Habisnya, new author ini cuma dihitung dari buku nonkomik, sementara buku nonkomik yang kubaca tahun ini ini cuma setengah dari tahun lalu. Lagipula, yang namanya new author itu benar-benar gambling banget deh. Kalau bisa sih, sebelum dibaca, harus dipastikan dulu bukunya tidak meh apalagi mengecewakan.


3. Project Baca Buku Cetak

Ah, no comment deh kali ini. Karena kecepatan membeli buku fisik berbanding terbalik dengan kecepatan membacanya, boro-boro menurunkan buku fisik TBR menjadi 25 buku, yang ada malah bertambah dari 1 kontener menjadi 2... dan dari 74 buku menjadi lebih dari 100 buku (belum kuinput di Goodreads sih). BBW dan Halbornas benar-benar membantu kegagalan pencapaian target kali ini.   

4. Review Challenge

Oh, ternyata bertambah satu dari tahun kemarin. 22 Review. Itu pun kebanyakan buku anak-anak. Itu pun kebanyakan ngegas di awal tahun, lantas melempem di akhir tahun. Mau bagaimana lagi, kemauan untuk membaca buku fisik saja sudah malas, apalagi membuat reviewnya. Damn you, fanfic!!! (Tapi tetap susah berhentinya, nih).


Well, melihat rapornya merah semua begitu, masih pantaskah aku membuat tantangan tahun 2018 ini? Pantas saja sih, asal mungkin targetnya dibuat lebih realistis, dengan mempertimbangkan banyak faktor, termasuk kesibukan pekerjaan, banyaknya fanfic yang masih menggoda, dan unsur kemalasan yang kronis :P

Yuk langsung saja, yuk...


1. Goodreads Reading Challenge

Karena cuma nambah satu dari tahun kemarin, sepertinya masih wajar untuk tercapai. Apalagi tabungan buku fisik dan ebook yang sebenarnya aku ingin baca masih banyak banget.


Mudah-mudahan sih semangat baca yang dimulai awal tahun ini tetap konsisten sampai akhir tahun. Iya, kemungkinan besar bakal disumbangkan dari buku komik sih. Ternyata banyak banget yang belum kubaca!

Dari 2018 buku, target buku nonkomik kuturunkan ke tingkat yang lebih realistis deh. Mudah-mudahan target 500 buku nonkomik di tahun 2018 bukan hil yang mustahal. Sampai postingan ini, sudah 11 buku nonkomik yang kubaca. Mudah-mudahan konsisten dan sekaligus menurunkan jumlah buku fisik TBR.


2. New Author Reading Challenge

Challenge ini tetap tak perlu dihapus, karena bagaimanapun masih banyak sekali penulis yang bukunya belum pernah kubaca, termasuk penulis yang bukunya terdaftar di 1001 Books You Must Read Before You Die, daftar yang masuk ke dalam target baca selow-ku.

Mungkin 100 penulis saja ya, tahun ini?


3. Project Baca Buku Cetak

Cukuplah berharap timbunan buku di kamar kos tidak sampai memerlukan 1 kontener seperti sekarang. Dan itu pun bukan karena bukunya malah dikirimkan ke perpustakaan di Cirebon untuk menambah timbunan buku TBR yang juga sudah lebih dari 1 kontener juga...


4. Review Challenge

Hm... diturunkan deh jadi 52 review tahun 2018 ini. Masa sih, segitu malasnya sampai satu review per minggu juga tidak kesampaian? Ayo semangat, Indah, semangat!!!


Nah, sampai saat ini yang sudah kumulai adalah usaha pencapaian target nomor 1 s/d 3... mudah-mudahan besok-besok aku mulai tergerak untuk memulai usaha pencapaian target nomor 4.

Yuk ah, wassalam dulu...


Setori tahunan tiap kali challenges wrap up :P




Wednesday, August 30, 2017

2017 Fox's Library Weeding Programme Winners

First of all, thanks a lot ya buat teman-teman yang sudah bersedia menjadi adopter bagi buku-buku malang yang kusiangi dari perpustakaan *usap air mata*

Dengan berakhirnya masa pendaftaran Giveaway 2017 kemarin, sudah saatnya kushare siapa saja dari para calon adopter yang beruntung terpilih menjadi adopter kali ini.

Omong, omong kuucapkan...

Congratulations!!!
kepada para pemenang di bawah ini :

Dhila
kukilasbuku@gmail.com

Larissa Rosalina
fairy.t4l3s@gmail.com

Ahmad Rofai
ahmadrofai191@gmail.com

Sapta Resita Putri
resitaputri1@gmail.com

Kanianingsih
kania.ningsih@yahoo.co.id

Laras P. Astuti
laraspastuti@gmail.com

Rizki Wulandari
kacamataque@gmail.com

Agatha Vonilia M.
agathavonilia@gmail.com 

Rizky Agung
 rizkyagungk97@gmail.com

1) Afifah Mazaya
afifahmazaya@gmail.com 2) Wening Purbawati
dabelyu_phi@yahoo.com 3) Erna Purnawati
Ernasiitoel@yahoo.com

4) Indah Rahmaningsih
beningvisi@gmail.com

5) Yoana Dharmawan
yoanadharmawan@gmail.com

Aku akan mengirimkan email pemberitahuan kepada para pemenang di atas. Sempat tidak sempat mohon dibalas dalam 3x24 jam, karena buku-buku akan kubungkus pas mudik lebaran haji besok, dan paketnya akan dikirim minggu depan. Kalau tidak dibalas, tentu saja sesuai peraturan aku akan memilih pemenang lainnya :))

Thanks for your participation!!!


Tuesday, August 15, 2017

2017 Fox's Library Weeding Programme [=Giveaway]



Umm, rasanya sudah cukup lama aku tidak beres-beres perpustakaan. Padahal aku tetap belanja buku rutin dan nonrutin, sementara space perpustakaan tidak berubah. Oleh karena itu, ketika akhirnya ketika penyakit mager bisa disingkirkan untuk sementara, sekarang tibalah saatnya untuk mencari adopter untuk buku-buku yang terpaksa dikeluarkan dari koleksi.

Seperti biasa, aku berharap mereka yang akan mengadopsi buku-buku korban penyiangan benar-benar membutuhkan, ingin membacanya, atau sekedar ingin memilikinya (baca: menambah timbunan?).

So...



Kali ini, supaya gampang, giveaway novel dan komik sengaja kugabung di sini. Yuk, langsung saja buka lapaknya :)

Paket Crazy Rich Asisns & The Great Zoo of China

Paket Yu Hua (To Live) & English

Paket Slammed & Anna and the French Kiss

Paket Cecilia Ahern

Paket Sastra Indonesia

Paket Paperback Impor

Paket Novel Fantasy

Paket Boxset Dragon Ball

Paket Serial Yokohama

5 Paket Serial Cantik @10 Jilid (Random)


Kurang banyak, ya? Nggak apa-apa deh, kapan-kapan kalau lagi rajin beres-beres aku bakal buka lapak lagi di sini.

Kondisi buku pada umumnya masih mint dan mulus sebagaimana bisa dilihat dari foto-foto di atas, hanya sebagian saja yang kena cap Fox's Library, karena belakangan ini aku cenderung malas mengecap buku. Alasan pelepasannya bervariasi, dari kurang sreg, punya dobel, beli karena "sepertinya menarik", beli karena "mumpung sale", dll, tapi pada intinya sih, supaya tidak menuh-menuhin lemari lagi, karena masih ada buku yang baru dibeli yang masih butuh tempat...

Karena ini pada prinsipnya aku yang butuh adopter, syarat buat ikutannya gampang saja kok :
1. Peserta GA adalah yang memiliki alamat kirim di Indonesia
2. Pendaftaran peserta dilakukan melalui Google Form di bawah ini.
3. Peserta boleh mendaftar untuk lebih dari satu pilihan, namun hanya boleh memperoleh satu pilihan.
4. Pemenang GA akan dipilih secara random untuk masing-masing pilihan buku. Apabila berdasarkan hasil undian seorang peserta yang sama memenangkan dua pilihan buku atau lebih, maka untuk pilihan kedua dan selanjutnya akan diundi kembali pemenangnya secara random.
5. Selain pengumuman di blog, pemenang akan dihubungi via email dan sms (atau wa).
6. Pendaftaran GA akan berlangsung sampai dengan tanggal 29 Agustus 2017.
7. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 30 Agustus 2017.
8. Keputusan mengenai pemenang tidak bisa diganggu gugat.
9. Apabila dalam waktu 3 (tiga) hari setelah pemenang diumumkan tidak ada respon, maka akan dipilih pemenang lain sebagai penggantinya.

Bagaimana, gampang banget kan caranya?

Yuk, ayo ikut meramaikan Giveaway HUT Kemerdekaan RI ke-72 (dan HUT-ku yang kesekian) di tahun 2017 ini, dengan menjadi adopter bari buku-buku malang yang perlu kasih sayang dari para pemilik baru :)



Friday, May 5, 2017

April Book Haul

Rasanya belum lama aku memposting Book Haul bulan Maret 2017, kini sudah tiba saatnya untuk melaporkan hasil jarahan bulan April. Duh, setelah membuat laporan rutin begini jadi sadar banget memang kalau aku belanja buku nyaris setiap minggu.

Pertama-tama, sesuai janji postingan sebelumnya, buku-buku yang kubeli secara online akhir Maret tapi baru sampai bulan April bakal kulaporkan di sini:

01 April 2017
Komiknya masih setumpuk gara-gara pergeseran jadwal terbit, dan... akhirnya Level Comics merilis terjemahan manga All You Need Is Kill! Suka deh. Ilustrasi Takeshi Obata memang top!

08 April 2017
Minggu depannya, sebelum menonton film Get Out, aku mampir di lapak Bybooks, dan akhirnya mendapatkan buku The Blue Planet, setelah di beberapa minggu sebelumnya sempat kalah cepat dengan pembeli lain. Sementara belum ada lagi buku anak-anak yang menarik minatku sih. Jadi tumben-tumbennya cuma beli 3 buah buku.

10 April 2017

15 April 2017

Tentu saja, aku masih tetap belanja buku rutin, terutama untuk komik yang terbit mingguan, baik secara online maupun offline. Sebagai perkecualian, aku membeli buku Neil Gaiman, Mark Twain, dan Alex Ferguson. Jadi bertanya-tanya dan berharap, kapan GPU mau menerbitkan buku Managing My Life-nya Oom Alex. Aku penasaran!  

19 April 2017
Pas libur Pilkada DKI, aku main ke Ratu Plaza untuk belanja isi kulkas, dan seperti biasa aku "tidak sengaja" mampir ke lapak Bybooks di lantai dasar. Well, ada saja buku yang dibeli tanpa niatan, misalnya buku Terry Pratchett dan Garth Nix. Cuma satu buku yang sebenarnya sudah lama masuk daftar pertimbangan (karena harga obralnya masih tetap mahal) tapi akhirnya dibeli juga, Planet Earth.

20 April 2017
Belanja besarku bulan April ini tentu saja di event Big Bad Wolf. Dibandingkan belanja tahun lalu, boleh dibilang tahun ini aku menahan diri, karena jumlah buku dan nominal rupiah yang kukeluarkan hanya setengahnya dari tahun lalu. Pertimbangannya tentu saja space perpustakaan di Cirebon yang sudah padat, selain timbunan buku belum terbaca yang masih lumayan banyak. Sebenarnya aku sempat tertarik untuk membeli boxset Horrible Histories-nya Terry Deary, tapi mengingat sebenarnya aku sudah punya semuanya (meskipun tidak seragam edisi dan kondisinya, namanya juga buku bekas), aku terpaksa menahan diri untuk membelinya. Boxset yang kucomot hanya koleksi Michael Morpurgo, yang kucuekin pada BBW tahun lalu tapi sekarang kubeli karena aku sedang serius mengumpulkan buku-buku Morpurgo. Omong-omong, karena ini postingan khusus laporan belanja buku, aku mengesampingkan horrible history-ku dengan event "Presale" dan "tiket VIP" BBW yang kuikuti tahun ini. Mudah-mudahan pada BBW selanjutnya masalah yang membuat bete banyak pecinta buku impor ini bisa diperbaiki.

Selain itu, meskipun fotonya tidak kuhadirkan di sini, sebenarnya pada tanggal 25, 27, dan 29 April aku masih tetap menambah timbunan buku, baik dari belanja komik online di Gramedia.com (yang diskonnya turun drastis dari 15% menjadi 6%!) dan belanja offline lagi di Bybooks FX Senayan. Buat yang terakhir, aku kembali membeli buku anak-anak (Morpurgo, Dick King-Smith, Eoin Colfer, Joseph Delaney dan Garth Nix), simply karena kebetulan saja ada yang menarik.

Mudah-mudahan tambahan timbunan baru ini bisa segera kubaca dalam waktu dekat, sehingga bisa segera kukirim ke perpustakaan di Cirebon. Dengan demikian, pada libur panjang lebaran nanti aku bisa menyiangi buku-buku di perpustakaan untuk dicarikan calon adopternya.

Kalau memang ada yang berminat menjadi adopter buku-bukuku, tunggu tanggal mainnya ya!