Tuesday, April 7, 2015

Enter the Magical Realm: Underrated Top 3 Best SF Books [+Giveaway Hop]



Judul yang paradoks? Kontradiktif?

Mau bagaimana lagi... buku-buku genre science fiction memang tergolong criminally underrated di Indonesia. Alasannya jelas karena kurang peminat dan pembaca (apalagi kalau dibandingkan dengan peminat dan pembaca genre romance), sehingga ujung-ujungnya penerbit lokal malas menerbitkan buku bergenre scifi. Beberapa scifi klasik, khususnya karya Jules Verne dan H.G. Wells kadang-kadang terlihat penampakannya di rak toko buku (atau lapak obralan), tapi bagaimana dengan nasib buku-buku yang digadang-gadang sebagai best of the best nya scifi?

Oke, sebelum masuk ke pokok bahasan, pertanyaan pertama adalah: Apa parameter the best yang pas untuk genre science fiction?

Berdasarkan situs yang ini, idealnya cerita SF terbaik mampu menggabungkan storystelling yang baik dengan berbagai macam pertanyaan fundamental tentang segala hal: masyarakat, agama, politik, hubungan antar ras, ruang, waktu, takdir manusia, tempat kita di alam semesta ini, dll. Dan akan jauh lebih baik lagi apabila ceritanya disertai plot dan karakter yang kuat. Sayangnya, hal itu jarang kita temukan dalam satu buku.

Dari 25 buku SF terbaik di dunia versi situs yang sama, aku mencomot tiga buku teratas saja untuk sharing kali ini. Selain karena pembahasan 25 buku bisa panjang bukan kepalang, sebagai pembaca level cemen untuk genre ini, aku baru membaca 6 dari 25 buku yang ada dalam daftar. Itu pun setengahnya baru kubaca beberapa hari belakangan ini :P

Yuk kita mulai saja!

#1 Dune

First edition cover
Novel yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1965 ini memenangkan Hugo Award dan Nebula Award untuk kategori Best Novel pada tahun 1966, yang merupakan penghargaan tahunan untuk karya science fiction/fantasy terbaik.

Novel ini bersetting di masa depan yang jauh, dengan sistem pemerintahan antarbintang berbentuk kekaisaran. Tokoh utama buku ini adalah Paul Atreides, yang masih berusia lima belas tahun saat pertama kali muncul di awal novel. Ia adalah putra tunggal Duke Leto Atreides, yang ditugaskan untuk mengelola planet Arrakis, yang disebut juga Dune, karena planetnya berupa gurun pasir. Tapi jangan melihat penampilannya, planet itu merupakan satu-satunya sumber "spice" melange, yang sangat diperlukan dalam perjalanan antar planet / antar ruang, menjadikannya sumber daya alam yang paling berharga di alam semesta. Siapa yang menguasainya, berarti menguasai alam semesta.

Yang membuat Dune dinilai best of the best untuk novel genre scifi adalah cakupan pembahasannya yang berlapis-lapis, dari politik, agama, ekologi, imperialisme, teknologi, emosi manusia, saat semua pihak berkonfrontasi dalam perebutan kekuasaan atas planet Arrakis dan sumber daya alamnya.

Versi filmnya dirilis pada tahun 1984, yang disutradarai oleh David Lynch dengan cast antara lain Kyle McLachlan, Patrick Stewart dan Sting. 


Tapi konon film Star Wars yang sudah rilis lebih dulu terinspirasi dari novel Dune, meskipun sejauh yang bisa kulihat persamaannya hanya dari sisi sistem kekaisaran antargalaksi dan tokoh utama remaja yang berasal dari planet gurun pasir. Pada tahun 1970-an sebenarnya sudah ada usaha mentransfer novel ini ke seluloid, dengan sutradara Alejandro Jodorowsky, tapi gagal. Dokumentasi pembuatan film itu malah diangkat menjadi film tersendiri yang rilis pada tahun 2013, dengan judul Jodorowsky's Dune.

Pendapat pribadi (sekaligus review colongan):
Setting novel bisa diparalelkan dengan lokasi khusus di bumi: gurun pasir di semenanjung Arabia. Sumber daya alam yang menjadi sumber konflik, well, apalagi kalau bukan minyak. Siapa yang menguasai minyak, berarti menguasai dunia.

Siapapun yang membaca buku ini pasti akan menyadari bahwa Frank Herbert banyak meminjam referensi Arab, bukan hanya setting gurun pasirnya, tapi juga bahasanya. Kita akan menemukan kamus mini di bagian belakang novel,yang menjelaskan istilah-istilah yang digunakan dalam novel. Banyak istilah arab yang akan kita kenali, seperti adab, alam, aql, ayat, baraka, fiqh, hajj, hajra, ilm, jihad, karama, kitab, lisan al-gaib, mahdi, sampai shaitan.

Paul Atreides bukan penduduk asli Dune, kaum Fremen, tapi pada akhirnya ia merupakan perwujudan dari Mahdi (messiah/nabi) yang ditunggu-tunggu kaum Fremen dalam kepercayaan agama mereka, dan memimpin mereka dalam perang militer melawan para penjajah: dalam hal ini musuh keluarga Atreides, keluarga Harkonnen, yang menguasai planet Arrakis.

Frank Herbert menuliskan perwujudan Paul sebagai nabi/panglima militer yang sukses meruntuhkan kekuasaan kekaisaran atas Arrakis ini sebagai "When religion and politics ride in the same cart and that cart is driven by a living Holy man, nothing can stand in the path of such a people."

Oh, well. Kita tahu maksud dan referensinya.

Tapi sudahlah, bagi yang tidak tertarik pada benang merah yang menurutku tidak cukup subtle ini, masih banyak yang bisa dieksplorasi dari novel ini. Setelah Butlerian Jihad alias perang antara manusia melawan komputer yang memiliki artificial intelligence (iya, mengingatkan kita pada tema The Matrix), menciptakan mesin yang bisa berpikir seperti manusia adalah dosa besar. Karena itu, yang terus dikembangkan adalah kemampuan otak manusia. Ada kaum yang bisa menggunakan kemampuan otaknya sampai batas maksimal sehingga mirip komputer, ada kaum yang mengembangkan kemampuan psikis, dan ada pula kaum yang berusaha menciptakan manusia super melalui persilangan genetis. Mau cari action? Selain antara pihak Atreides vs Harkonnen vs Fremen, ada pula monster asli Arrakis, cacing pasir yang panjangnya antara seratus sepuluh sampai empat ratus meter dan diameternya minimal dua puluh dua meter. Bayangkan kalau pesawat saja bisa ditelan olehnya, bagaimana dengan manusia. Dan bayangkan, bila kau bisa menaklukkan dan menunggang monster itu ke medan perang... XD


Novel ini agak susah untuk kureview secara singkat, karena kompleksitas dan luas cakupannya. Dan terus terang saja, secara Dune konon Lord of the Ring-nya genre scifi, boleh dibilang secara pribadi pendapatku pribadi saat membaca buku ini sama dengan ketika membaca LotR. Terlepas dari worldbuilding-nya yang luar biasa, gaya bahasa dan penuturannya kurang sreg dan bikin males... >,<

Underrated?
Di negara asalnya sih jelas tidak, bahkan disebut world best-selling science fiction novel (jumlah pastinya sih entah berapa). Rating di GR saat ini juga termasuk tinggi, 4.14. Tapi di Indonesia...? Di luar pembaca dan penggemar scifi, boleh dibilang di kalangan pembaca awam akreditasinya nyaris tidak terdengar. Terjemahannya juga belum ada. Memang sudah ada versi filmnya, lebih dari 30 tahun yang lalu, dan siapa yang ingat coba? Jangan dibandingkan dengan Return of the Jedi (1983, dengan sutradara yang sama) atau Back to the Future (1985), yang saking klasiknya masih banyak orang yang ingat. Waktu mencoba menonton versi filmnya kemarin, aku nyaris nangis melihat efek spesialnya (iya sih 31 tahun lalu, tapi tetep saja...), dan buat penonton yang belum membaca novelnya, bisa jadi susah dimengerti dan bikin tersesat di alam semesta. Oh iya, ada beberapa buku sekuel dari novel. Tapi mengingat buku pertamanya saja belum ada yang menerjemahkan sampai saat ini, apalagi sekuelnya...


#2 Ender's Game

First edition cover
Novel yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1985 ini memenangkan penghargaan sebagai best novel pada Nebula Award 1985 dan Hugo Award 1986.

Novel ini merupakan military science fiction yang bersetting di masa depan, di mana bumi telah mengalami dua kali invasi dari alien mirip serangga (yang disebut "Buggers"). Dalam rangka mencegah serangan berikutnya, maka pasukan bumi merencanakan pre-emptive strike ke home planet musuh, dan melatih sekumpulan anak-anak berbakat, termasuk Ender Wiggin, tokoh utama buku ini, untuk berpartisipasi dalam serangan tersebut. Judulnya berkorelasi erat dengan pelatihan-pelatihan berupa game pada Battle School yang levelnya semakin lama semakin sulit dan kompleks, yang bertujuan untuk mendapatkan pemimpin militer yang memiliki kemampuan berpikir taktis dan strategis yang tinggi.

Membaca novel ini kita akan dibawa mengikuti proses pelatihan Ender di Battle School hingga lulus dan promosi ke level yang lebih tinggi: Command School. Di tempat baru, ia diberikan game dan simulasi pertempuran yang lebih kompleks. Dalam setiap simulasi, ia memegang komando tertinggi armada spaceship dan pesawat tempur pasukan bumi melawan armada alien.

Novel ini diadaptasi menjadi film yang dirilis pada tahun 2013, dengan casting antara lain Harrison Ford, Asa Butterfield dan Ben Kingsley.


Terdapat beberapa penyesuaian yang cukup signifikan, terutama perubahan usia Ender yang dalam versi buku masih anak-anak menjadi remaja.

Pendapat pribadi (bukan review)
Pertama kali aku membaca buku ini dalam bentuk ebook pada tahun 2010. Asbabun nujul-nya tidak jelas, karena tidak ada seorang pun yang berbaik hati merekomendasikan buku ini padaku. Kalau tidak salah awalnya karena aku membaca komik Iron Man yang ditulis oleh Orson Scott Card. Tapi yang jelas, storytelling-nya yang asyik dan twist ending-nya yang epik membuatku langsung memberi rating 5/5 dan memasukkannya ke daftar buku favorit. Baru setelah filmnya rilis, aku membeli buku fisiknya (dengan cover film tentunya).

Tapi sampai dengan saat ini, aku belum tertarik untuk membaca buku sekuelnya. Bagiku, buku ini bisa berdiri sendiri sebagai satu cerita utuh.

Underrated?
Di negara asalnya sudah pasti tidak. Dalam setiap daftar best sci-fi novels, buku ini termasuk selalu masuk papan atas dan best seller, dengan rating di GR saat ini 4.28. Di Indonesia? Nasibnya jauh lebih baik dibandingkan novel Dune, karena sudah diterjemahkan dan diterbitkan. Tapi karena penerbitannya berbarengan dengan peluncuran filmnya sebagai novel movie-tie-in, jangan terlalu berharap sekuelnya (serial ini terdiri dari 7 buku) akan diterbitkan juga, apabila versi filmnya tidak dibuat sekuelnya. Tapi untuk versi terjemahan, cukup lumayanlah pembacanya, setidaknya sampai saat ini di GR ada 297 orang yang memberi rating dengan rata-rata 4.15.


#3 Starship Troopers

First edition cover
Novel yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1959 ini memenangkan Best Novel pada Hugo Award tahun 1960.

Diceritakan dari sudut pandang orang pertama, pemuda bernama Juan "Johnnie" Rico yang bergabung dengan Mobile Infantry. Perkembangan karir Johnnie sejak pertama kali bergabung dengan MI sampai menjadi perwira diceritakan dengan latar belakang perang melawan alien mirip serangga yang disebut "the Bugs", yang berujung pada pre-emptive strike terhadap home planet musuh (jelas tampak pengaruhnya terhadap novel-novel scifi sejenis, termasuk Ender's Game).

Tapi yang jelas, di novel ini perang melawan alien bukan sajian utama. Yang lebih banyak mengambil porsi adalah pemikiran-pemikiran filosofis tentang hidup, sistem sosial, politik, dan militer, yang kadang terselip dalam narasi Johnnie atau dialog antara Johnnie dengan tokoh-tokoh lainnya.

Novel ini telah diadaptasi menjadi film pada tahun 1997, dengan sutradara Paul Verhoeven (Robocop, Total Recall), dan casting antara lain Casper Van Dien, Denise Richards, dan Neil Patrick Harris.


Berbeda dengan versi aslinya, versi film ini lebih mengedepankan adegan aksi dan perang melawan alien-nya.

Pendapat pribadi
Sepertinya sudah panjang lebar kubahas di sini.

Underrated?
Sudahlah, tak usah membahas kepopuleran buku scifi ini di negara asalnya. Di Indonesia, sepertinya sih memang iya. Meskipun filmnya beredar di bioskop dan sering diputar ulang di stasiun TV Indonesia, tetap saja versi bukunya belum diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia. (Tapi CMIIW ya, karena ini buku terbitan tahun 1959, siapa tahu di jaman tahun 1960-70an ada versi terjemahan Indonesia yang tidak kuketahui?). Dan pada tahun 1990-an saat filmnya rilis, masih jarang ada penerbit yang rajin dan mau menerbitkan novel movie-tie-in, meskipun harus kuakui penerbit GPU mau menerbitkan buku Species, Independence Day, atau Mission Impossible (semuanya aku punya), buku Robert A. Heinlein ini tidak termasuk yang seberuntung itu.

Nah, bagaimana, ada yang mau berkampanye agar lebih banyak buku genre scifi yang diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia? Konsekuensinya, konsisten ya, beli bukunya kalau sudah diterjemahkan dan diterbitkan :)

Baiklah, masih dalam meramaikan BBI 4th Anniversary Event yaitu Around the Genres in 30 Days, tibalah kita pada saat yang ditunggu-tunggu:


Peraturannya:

1. Tebak judul buku dari petunjuk yang diberikan masing-masing blog.

2. Ambil hanya huruf pertama dari judul buku tersebut.

3. Judul buku yang digunakan adalah versi aslinya, bukan terjemahan. (Misalkan Inheritance yang meski diterjemahkan GM menjadi Warisan, tapi yang kita gunakan tetaplah huruf I nya)

4. Khusus untuk judul buku yang ternyata berawalan The, harap abaikan huruf T di depan, sehingga yang digunakan adalah kata setelah "The". (Misalkan The Alchemist, maka yang digunakan dalam menyusun kata adalah huruf A bukan T)

5. Setelah menemukan 16 huruf dari masing-masing blog, susunlah huruf-huruf tersebut menjadi banyak kata. Ingat, hanya kata bukan kalimat (seperti permainan scrabble)

6. Jumlah minimal huruf yang digunakan dalam menyusun kata tersebut adalah 4 huruf.

7. Setiap huruf yang merupakan jawaban tidak dapat digunakan berulang dalam satu kata. Kecuali kalau memang ada huruf yang sama dalam 16 judul tersebut.

8. Jawaban dimasukkan ke dalam google docs yang bisa diakses lewat masing-masing blog peserta SF/F. Hanya diperbolehkan mengisi sekali, mohon untuk tidak menjawab berulang-ulang di blog yang berbeda.

9. Setiap kata yang berhasil disusun, bernilai satu poin, peserta yang paling banyak menyusun kata (kata tersebut harus dalam bahasa Indonesia dan tercantum di KBBI), dialah yang menjadi pemenangnya.

10. Peserta yang bisa membuat kata yang berhubungan dengan dunia fantasi (contoh: dewa, dewi, peri, dsb) mendapatkan bonus satu poin.

Dan hadiahnya... (drum rolls sound)

Untuk 4 orang pemenang akan mendapatkan hadiah di bawah ini:

Juara 1: Voucher buku senilai IDR 240k

Juara 2: A Game of Thrones karya G.R.R. Martin edisi terjemahan

Juara 3: Seri 1-3 Scary Tales karya James Preller & Iacopo Bruno

Juara 4: Paranormancy karya Kiersten White & Wings karya Aprilynne Pike

Sekarang clue dari blog ini:

1. Buku asli berbahasa Inggris.

2. Genre scifi, subgenre space opera.

3. Bercerita tentang perang real estate antara manusia bumi dengan alien-alien lain.

4. Gambar cover dari edisi-edisi berbahasa selain Inggris:


Gampang kan ya?

Silakan mengisi jawaban kalian di form Google Docs berikut ini:

4 comments:

  1. Penasaran sama Dune, tapi kalo gaya bahasanya gitu.... *berbalik pergi*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba dulu, Mbak...

      Apa yang kurang sreg buatku, bisa saja tidak berlaku buat pembaca lain.

      Buktinya jauh lebih banyak pembaca Scifi yang memberi rating sempurna untuk novel ini... :))

      Delete
  2. Menarik sekali pembahasannya! Suka, dua jempol! Btw, udh nonton film Predestination (2014), based on novel karya Robert A. Heinlein blm? Recommended lah pokoknya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Filmnya Ethan Hawke itu? Iya, aku sudah nonton...
      Matahin konsep kalau kita tidak boleh menyentuh diri kita sendiri di masa lalu ya... :P

      Delete