Tuesday, February 24, 2015

Captivating Protagonist

Februari: Karakter Tokoh Utama
Karakter tokoh utama seperti apa yang kausukai?

Bagiku sih sederhana saja: karakter yang MENARIK. Tapi tentu saja, satu kata ini bisa diterjemahkan bermacam-macam.

Aku suka karakter yang, seaneh dan seajaib apapun tampang dan kelakuannya, tetap bisa membuatku empati, simpati, atau bahkan mengidentifikasikan diri.

Bisa saja karakter tokoh utama yang kuanggap menarik ini seorang sociopath seperti halnya :
Dexter Morgan
atau
Gregory House
Aku jadi penasaran dan ingin tahu tentang latar belakang, prinsip, jalan pikiran, keputusan yang akan mereka ambil di berbagai situasi, dan nasib mereka selanjutnya. Empati dan simpati yang timbul pada karakter antihero seperti ini tetap dapat membuat kita mengharapkan yang terbaik bagi mereka. Misalnya berharap Dexter dapat hidup normal, bisa memiliki perasaan, dan bisa berbahagia selayaknya manusia biasa... tanpa melepaskan karirnya sebagai serial killer. Bagaimanapun, karena buruannya sama-sama serial killer, setidaknya ia berguna bagi masyarakat. Kita juga mungkin berharap Dr House tetap dapat berpraktek dan menyelamatkan banyak nyawa, meskipun kepribadiannya sulit dan doyan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

Waduh... jangan-jangan sebenarnya aku berbakat sosiopat juga, barangkali? ;P

Bukan berarti karakter utama yang orang baik-baik tidak menarik. Bisa dibilang, hampir sebagian besar buku yang kubaca didominasi dengan tokoh yang baik dan lurus. Dan terus terang saja, kita lebih mungkin mengidentifikasikan diri dengan mereka, misalnya karena kesamaan sifat atau nasib (atau karena kita juga merasa sebagai orang baik-baik ;P). Tapi, karakter baik-baik juga bukan berarti serbasempurna, karena tak ada gading yang tak retak, setiap manusia pasti punya kekurangan.

Contohnya tokoh utama novel klasik yang jadi pujaan banyak wanita ini:
Iya, ini masih bulan Colin Firth XD 
Secara umum, Mr Darcy telah menjadi patokan untuk tokoh utama cerita historical romance. Berdarah biru, ganteng tiada tara dan kaya kabina-bina. Baik hati pula sebenarnya. Tapi kekurangannya dalam hal pride dan prejudice yang membuatnya enggan bersosialisasi dengan rakyat jelata membuatnya sempat menderita patah hati karena lamarannya ditolak oleh cinta sejatinya. Untunglah kemudian perkembangan karakternya dalam gentleman-like manners membuatnya yang semula dianggap disagreeable jadi lebih likeable.

Perkembangan yang menarik dari karakter tokoh utama tidak selalu dari perubahan dari hitam atau abu-abu menjadi putih. Kadang-kadang, perkembangan karakter dari putih ke abu-abu sampai menjadi hitam malah jauh lebih menarik. Misalnya tokoh yang satu ini:


Dorian Gray mulanya adalah pemuda baik-baik yang manis dan polos. Ganteng juga sudah pasti. Bukan hanya wanita, laki-laki juga jatuh cinta padanya. Tapi gara-gara terseret nafsu duniawi (gara-gara pengaruh dan eksperimen Lord Henry Wotton, tentunya), karakternya berkembang menjadi worse and worst.

Atau contoh lainnya tokoh yang seperti ini:
Walter White transformation
Perubahan drastis dari guru kimia biasa di SMA menjadi produsen dan bandar meth (dengan segala dosa ikutannya termasuk membunuh kalau perlu)semuanya dimulai dengan pilihan pribadi untuk break bad setelah tahu sebentar lagi akan mati karena kanker. Walaupun awalnya hanya ingin menjamin keluarganya tidak kekurangan uang setelah ia meninggal...



Jadi, karakter tokoh utama seperti apa yang kausukai?

5 comments:

  1. menarik mba trez. aku suka hannibal, meski sakit jiwa tapi entah kenapa kok bisa mengundang simpati haha... house juga aku suka kok... kadang karakter yang mungkin bakal bikin sebel di dunia nyata, justru tampak menarik kalau dituangkan dalam cerita ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, karakter fiksi yang nyeleneh dan nyebelin biasanya memang menarik sih. Gampang untuk dibikin konflik juga biar cerita jalan terus :)

      Delete
  2. Wah, ada House. Dia itu tokoh favorit saya, saya suka banget nonton filmnya. Menurut saya, dia malah lucu. Haha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga suka banget tokoh yang satu ini, karena orangnya tidak hipokrit dan konsisten mengungkapkan pendapatnya tanpa memikirkan risiko sosial.

      Jujur saja, kadang-kadang aku memang kepingin bisa seperti House... tapi tidak mau dibilang tidak tahu etika sih
      #basa-basi dan tata krama itu masih dijunjung tinggi di Indonesia.

      Delete
  3. wah aku juga karakger abu-abu tapi abu2 lebih karena sifat annoying mereka.

    ReplyDelete