Saturday, March 1, 2014

Penyihir Jahit

Little Witch Co. #1: Daur Ulang PakaianLittle Witch Co. #1: Daur Ulang Pakaian by Ambiru Yosuko
My rating: 4 of 5 stars

Aku menemukan buku terbitan Bentang Belia ini di stand Mizan pada Islamic Book Fair yang kusambangi hari ini, dan langsung tertarik untuk mencomotnya. Penyebabnya hanya satu: covernya yang unyu dan imut. Kalau sudah begini, hati langsung tidak konek dengan otak yang biasanya penuh perhitungan (ha! kayak yang pakai perhitungan saja kalau jalan-jalan di pameran buku :P), dan langsung memboyongnya ke kasir. Masuk ransel, deh.

Apakah isinya seunyu covernya?
Tentu saja. Namanya juga buku anak-anak, kudu unyu dan imut dong. Buku setebal 106 halaman ini berupa cerita bergambar. Ilustrasinya sama bagusnya dengan covernya, sebagian berwarna sebagian lagi hitam putih. Dan ukuran font-nya yang besar cukup menyegarkan buat mata yang terbiasa membaca huruf novel yang kecil-kecil.

Judul posting ini typo, ya?
Itu bukan salah ketik, kok. Tokoh utama buku ini, Silk, adalah seorang Penyihir Jahit dari Perusahaan Sihir--Bagian Daur Ulang Pakaian. Kuulangi ya, Penyihir Jahit, bukan Penyihir Jahat.


Jadi cara menjahitnya pakai sihir seperti ibu peri membuat gaun indah untuk Cinderella?
Tidak sama sekali. Dalam dunia Silk, barang yang dibuat dengan menggunakan sihir adalah barang murahan. Perusahaan sihir--bagian daur ulang pakaian adalah toko yang membuat barang tanpa menggunakan sihir, sehingga terkenal kualitas barangnya. Hmm, dipikir-pikir pantas saja gaun indah Cinderella sudah kedaluarsa lagi pada jam 12 malam, barang murahan sih ya...

Kalau dilihat cover belakangnya, ada Nana si anak manusia dan 3 ekor induk tikus. Bagaimana hubungannya dengan Silk?
Nana si anak manusia tidak sengaja menemukan rumah Silk, padahal rumah itu sudah dipasangi sihir sehingga hanya mereka yang punya keperluan saja yang bisa melihatnya. Sedangkan para tikus berusaha meminta bantuan Silk untuk mendaur ulang gaun kuning Induk Tikus Jangkung menjadi gaun kuning bagi Nona Beruang yang mereka sayangi agar si nona bisa ikut Karnaval Dandelion.

Tunggu, gaun tikus dijadikan gaun beruang? Mana cukup? Harus pakai sihir, kan?
Duh, sudah dibilang kalau membuat barang degan sihir itu cara murahan!

Lalu bagaimana caranya, dong?
Ah, masa rahasianya dibagi di sini. Kalau memang mau tahu cara daur ulangnya, baca sendiri saja ya...



View all my reviews

1 comment:

  1. Alamat gagal ke Islamic Book Fair tahun ini.. TT__TT

    ReplyDelete