Sunday, August 5, 2012

To Cure Mr. Darcy

Pride and Prejudice and Zombies: Dreadfully Ever AfterPride and Prejudice and Zombies: Dreadfully Ever After by Steve Hockensmith
My rating: 3 of 5 stars


What's in your head,
In your head,
Zombie, zombie, zombie?
- The Cranberries -

This is a story of Mr. Darcy and Lizzy, again!

Sebagian fans Pride and Prejudice menganggap perlu ada lanjutan kisah cinta antara Mr. Fitzwilliam Darcy dan Elizabeth Bennet, sehingga muncul ribuan fanfic dengan berbagai versi, sebagian malah sudah diterbitkan secara resmi. Tapi, apakah novel parodi Pride and Prejudice and Zombies perlu ada sekuelnya? Yah, sepertinya penerbitnya menganggap perlu (sangat mungkin karena faktor bestseller PPZ) untuk menerbitkan sekuel (dan prekuel), meskipun yang menulis ceritanya tidak lagi Seth Grahame-Smith melainkan Steve Hockensmith.

Novel Dreadfully Ever After mengambil setting empat tahun setelah Mr. Darcy dan Lizzy menikah di akhir novel PPZ, dan diawali dengan kejadian mengejutkan: Mr. Darcy, the Great Zombie Slayer, tergigit oleh satu zombie cilik karena kelengahannya!

Menurut primbon perzombian, pertolongan pertama yang harus dilakukan kalau kita kena gigit zombie adalah seperti ini:


Yap, amputasi bagian yang terinfeksi sebelum virus menyebar. Tapi karena Mr. Darcy kena gigit di leher... well... Kalau Lizzy tega memenggal leher suaminya, cerita tentu langsung berakhir di sana. Maka, tema utama novel ini adalah bagaimana cara menyembuhkan Mr. Darcy dari zombimisasi. Demi Mr. Darcy, Lizzy menelan harga diri dan meminta bantuan dari si Tante Lampir, Lady Catherine the Great, yang pernah sukses memperlambat proses zombimisasi Charlotte di PPZ. Tapi memperlambat saja tentu percuma, maka Lizzy pun berkelana ke London untuk mendapatkan vaksin zombie yang sedang dikembangkan.

Membaca novel ini, minimal kita jadi tahu:

1. Bagaimana rasanya kalau kita secara perlahan-lahan berubah dari manusia biasa menjadi zombie. Salah satunya, kita akan selalu merasa lapar. Selama beberapa hari pertama, Mr. Darcy bermimpi jadi serigala
yang memakan manusia hidup-hidup, atau manusia yang memakan serigala hidup-hidup, atau manusia yang memakan... you get the point-lah.

2. Balap Zombie diadakan di Ascot. Supaya mereka mau balapan, seorang Irlandia diumpankan dan harus lari di depan zombie balap sampai garis finish. Tapi bisa saja ada zombie yang tidak fokus, dan lebih tertarik menyerang penonton di balik pagar lintasan.


3. Zombie adalah unmentionables. Jadi kita tidak boleh menyebutnya zombie. Untuk kesopanan, kita dapat menyebutnya Zed-word, atau Zed-dash-dash-dash-dash-dash.

4. Raja Inggris juga bisa terinfeksi zombie. itu sebabnya pengembangan vaksin zombie dilakukan.

For your consideration:



View all my reviews

No comments:

Post a Comment