Showing posts with label historical romance. Show all posts
Showing posts with label historical romance. Show all posts

Friday, February 27, 2015

Shakespeare in Love: A Screenplay

Judul: Shakespeare In Love: A Screenplay

Penulis: Marc Norman & Tom Stoppard

Sinopsis:

The screenplay to the critically acclaimed film which New York Newsday called one of the funniest, most enchanting, most romantic, and best written tales ever spun from the vast legend of Shakespeare. Marc Norman and renowned dramatist, Tom Stoppard have created the best screenplay of the year according to the Golden Globes and the New York Film Critics Circle.

Review, or how to see the villain from the other perspective:

Umm, well... setelah di film Oscar sebelumnya, The English Patient, istri Colin Firth diselingkuhi oleh Ralph Fiennes, kali ini di film Oscar yang satu ini, calon istri Colin Firth diserobot oleh Joseph Fiennes. Dua kosong buat Fiennes bersaudara :P

Tapi berbeda dengan karakter Geoffrey Clifton di TEP yang lebih sebagai pelengkap penderita, kali ini karakter yang diperankan Colin Firth di SIL ini jelas-jelas ditahbiskan sebagai pihak antagonis, seperti dituliskan oleh Marc Norman dan Tom Stoppard dalam naskah mereka ketika memperkenalkan kemunculannya pertama kali bersamaan dengan karakter Viola-nya Gwuneth Paltrow:


Now we meet VIOLA. VIOLA DE LESSEPS is twenty five and beautiful, and she is laughing with great natural enjoyment. She sits slightly apart from her small family group--her parents, SIR ROBERT DE LESSEPS and LADY MARGARET DE LESSEPS. Part of the group but seated behind as befits her lower status is VIOLA'S NURSE.
Elsewhere is LORD WESSEX, our villain. Wessex is in his forties, dark cruel, self-important. He has notices VIOLA. The nurse notices him.
Karakter Lord Wessex adalah tipikal bangsawan berdompet cekak yang butuh pengantin dari keluarga kaya. Ia menginginkan Viola sebagai istri murni karena faktor uang, bukan personal. 
Wessex: Is she fertile?
Sir Robert: She will breed. If she do not, send her back.
Wessex: Is she obedient?
Sir Robert: She is as stubborn as 'any mule in Christendom--but if you are the man to ride her, there are rubies in the saddlebag.
Wessex: I like her.
Ketimbang merasa simpati seperti yang bisa kita rasakan pada karakter Geoffrey Clifton di SEP, kita murni diajak untuk membenci Lord of Wessex. Apalagi pada akhirnya ia berhasil memboyong Viola ke Amerika, tak peduli gadis itu masih mencintai Shakespeare atau tidak. 

Tapi bagi Colin Firth, ia selalu menemukan cara untuk dapat bersimpati pada karakter ini, seperti yang dilakukannya pada semua karakter yang diperankannya. Baginya, keinginan Lord of Wessex untuk melakukan perjalanan ke dunia baru, menunjukkan keberaniannya untuk mencoba hal-hal yang baru, dan berpetualang.

"His crime is that he is unintelligent and has no sense of humour, but for his times, at least he hadn't used his power to kill anyone, unlike many men in his position, and as fot going off to the Carolinas, that was not exactly a quick trip on Concorde in those days."

Dan, karakter antagonis atau bukan, gelar Lord of Wessex dipilih oleh Prince Edward ketika menikahi tunangannya Sophie Rhys-Jones, yang konon terinspirasi setelah menonton SIL. 

By the way, Colin Firth juga pernah memerankan William Shakespeare, kok, di film TV Blackadder: Goes and Forth.



Meskipun Shakespeare-nya di sini jadi korban pukulan dan tendangan Rowan Atkinson, gara-gara di masa depan ia membuat banyak murid sekolah yang menderita karena harus mempelajari karya-karyanya, dan banyak aktor yang terpaksa bercelana ketat untuk memerankan karakter-karakter ciptaannya :P



Wednesday, June 13, 2012

Miss Modern Terbit Lagi!

Miss Modern Vol. 1 (Deluxe)Miss Modern Vol. 1 by Waki Yamato
My rating: 4 of 5 stars

Setelah lebih dari 20 tahun, Elex menerbitkan ulang manga historis Waki Yamato-sensei: Miss Modern... edisi deluxe tentunya! *joget-joget nggak ingat umur*

Selain jilid 1 ini tebalnya 378 halaman (yang berarti tamatnya takkan sampai volume 7 lagi), yang kuharapkan dari terbitan baru ini saat membelinya (lagi) adalah terjemahan yang jauh lebih bagus daripada edisi tahun 90-an, yang waktu pertama terbit sempat membuatku ilfil dan malas beli (eh... ketahuan deh umurnya...). Untunglah harapanku terkabul.

Karena sudah pernah nonton versi live actionnya (filmnya dibuat tahun 1988), boleh dong membayangkan Letnan Dua-nya sebagai Hiroshi Abe, salah satu aktor Jepang favoritku, yang memang memerankan sang Letnan Dua di film pertama yang dibintanginya.
Mirip nggak? Kok rambutnya nggak kuning sih?


Terus terang, daripada Hiroshi Abe yang kelihatan masih culun di atas (maklum, konon lulus kuliah juga belum) aku lebih suka Hiroshi Abe yang dewasa dan matang, apalagi kalo pakai kumis tipis hiasan, seperti di seri Trick, Kekkon Dekinai Otoko, Dragon Zakura, Wedding Planner, My Little Chef, Yasha (Jadi Ken Kurosaki-nya lho!), and so on...

Ahem. Kembali ke manga...

Ceritanya masih sama (ya iyalah), dimulai dengan adegan Benio Hanamura, gadis Meiji tomboi yangg dalam perjalanan bersepeda ke sekolah, bertemu cowok keren berseragam tentara dengan pangkat letnan. Cowok itu dengan kurangajarnya malah menertawakan Benio waktu ia jatuh dari sepeda gara-gara kejatuhan ulat bulu. Eh, tak diduga dan dinyana, cowok yang kemudian diketahui bernama Letnan Dua Shinobu Ijuin itu, ternyata tunangan Benio sejak lahir! Sialnya lagi, si Letda malah sempat mengira Ranmaru, sahabat Benio, sebagai tunangannya... Hiks, memang sih Ranmaru lebih cantik, tapi dia kan cowok!

Konon pertunangan itu berasal dari kisah kasih kakek Benio dan nenek Letnan Ijuin yang tidak kesampaian, sehingga mereka bersumpah suatu hari nanti keturunan mereka bersatu dalam ikatan darah. Benio menolak mentah-mentah, tapi tidak ada kompromi, dan ia harus menikah sebentar lagi. Aaaargh! Karena kesal, waktu Ranmaru nembak dan mengajak kawin lari, Benio pun setuju, meski ia hanya menganggap Ranmaru sebagai adik. Tapi kembali, waktu sedang kawin lari itu Benio malah kepergok Letnan Ijuin, dan akhirnya malah terlibat bar fight segala! Akhirnya jadwal pernikahan mereka malah dipercepat :)

Keadaan tambah ruwet saat Benio tahu sahabatnya di sekolah, Tamaki, ternyata mencintai Letnan Ijuin. Menurut Benio sih, bagusnya pengantin wanita diganti dengan Tamaki saja, tapi Letnan Ijuin tidak mau. Huh! Apalagi alasannya menikah dengan Benio hanya demi neneknya, bukan cinta! Ini sih Grandmother complex namanya! Akhirnya Benio terpaksa pindah ke rumah keluarga Ijuin untuk belajar tata krama calon pengantin. Tapi Benio yakin, dengan ketidakbecusannya dalam tata krama, ia akan batal jadi pengantin.

Rumah keluarga Ijuin pun jadi ramai dengan kehadiran Benio. Benio harus berhadapan dengan si kakek yang tidak setuju Benio jadi istri cucunya, serta dengan Kisaragi yang stress berusaha mengajarinya tata krama. Belum lahi Ranmaru yang menyusup sebagai pelayan wanita. Heboh deh. Semua kehebohan itu ajaibnya malah menimbulkan kedekatan. Letnan Ijuin akhirnya jatuh cinta pada Benio, begitu pula sebaliknya. Tapi Benio saja yang agak telat sadarnya.

Jilid ini berakhir dengan dikirimnya Letnan Ijuin ke medan perang Rusia, itu pun secara tidak langsung gara-gara Benio bikin ribut dengan Letkol Innen dan anak buahnya di sebuah bar fight (lagi!). Benio memang gawat kalau mabuk karena minum sake.

Catatan: terjemahan yang lama lebih konsisten menyebut Letnan Dua Ijuin sebagai Letnan Dua saja. Di sini seringnya cuma disebut Letnan saja.

View all my reviews

Friday, March 16, 2012

Mr. Darcy, Zombie Slayer

Pride and Prejudice and ZombiesPride and Prejudice and Zombies by Seth Grahame-Smith
My rating: 3 of 5 stars

Sebenarnya sekarang demam Mr. Darcy-ku sudah lewat, tapi rasanya sulit melewatkan novel plesetan yang satu ini. Seperti apa ceritanya? Novel ini boleh dibilang mash-up P&P dan World War Z. Basisnya sih tetap P&P, kira-kira 90% cerita dan dialog masih asli, sisanya baru plesetan dari Seth-Grahame Smith. Makanya nama Jane Austen masih dipajang sebagai penulis.

Di dimensi lain ini, kelima putri keluarga Bennet memiliki reputasi sebagai pembasmi zombie yang cukup handal di Hertfordshire. Waktu kecil mereka dikirim ke kuil Shaolin segala untuk mendapatkan ilmu bela diri, yang menunjukkan kepedulian Mr Bennet agar anak-anaknya bisa menjaga diri dari serangan zombie. Tapi di dimensi manapun, ada zombie ataupun tidak, Mrs Bennet hanya peduli bagaimana menikahkan anak-anaknya dengan bujangan yang memenuhi syarat.

Cerita dimulai dengan kedatangan Mr Bingley ke Netherfield, yang langsung diincar para ibu tetangga untuk anak gadis mereka. Gosip langsung menghangat waktu diketahui cowok jangkung, gagah dan ganteng yang mendampinginya konon slayer terkenal yang sudah membantai lebih dari seribu unmentionables (istilah zombie di novel ini). Sayang orangnya sombong, sehingga segera langsung dicoret dari daftar calon mantu.

Dengan alur cerita yang masih sama, boleh dibilang di sini Elizabeth Bennet lebih temperamental dan haus darah (rupanya di Shaolin tidak diajari untuk mengendalikan emosi). Begitu menguping Darcy menyebutnya "not handsome enough to tempt me", Lizzy langsung tersinggung, nyaris mencabut belati, menyerang Darcy dan menggorok lehernya. Untung diinterupsi serbuan zombie, yang langsung diatasi Bennet V.

Seperti apa lagi pergeseran cerita dari pakemnya?

Sebagian tokoh sampingan atau figuran terinfeksi atau mati karena serangan zombie. Di antaranya Charlotte Lucas, sahabat Lizzy. Para pelayan di Netherfield mati disantap zombie saat Bingley sedang mengadakan pesta dansa. Dan surat-surat mungkin terlambat atau tidak sampai ke tujuan karena para kurir, yang pekerjaannya rupanya sangat berbahaya di dimensi itu, diserang zombie di tengah jalan.

Kisah Jane Bennet jatuh sakit waktu berkunjung ke Netherfield masih sama. Tapi bukan karena kehujanan, melainkan karena diserang zombie di tengah jalan. Kayaknya di sini wajar kalau Darcy ingin memisahkan Bingley dari Jane, karena curiga Jane sudah terinfeksi penyakit zombie.

Kisah Lizzy berkunjung ke kediaman Mr Collins dan Charlotte tidak dihiasi ujian Lady Catherine atas permainan piano Lizzy, melainkan ujian fighting skillnya melawan para ninja Lady Catherine, yang dibantai Lizzy dengan sukses. Belakangan Lady Catherine (dibantu ninja-ninjanya) juga berduel dengan Lizzy, saat curiga Darcy berniat menikahi Lizzy.

Cerita masih happy ending, dan para zombie masih bebas berkeliaran.

Lizzy the Zombie Slayer


View all my reviews

Thursday, February 23, 2012

It Had To Be You

Mr. Darcy's DiaryMr. Darcy's Diary by Amanda Grange
My rating: 4 of 5 stars

Bagi penggemar  novel Pride & Prejudice, alur cerita novel ini bukan hal yang baru, dan endingnya juga bukan spoiler, berakhir dengan adegan yang umumnya ditunggu-tunggu para pembaca novel roman :

Mbok ya jangan tegang gitu Mas Darcy...

Novel Mr. Darcy's Diary bukanlah cerita baru, boleh dibilang mirror-story dari masterpiece Jane Austen tersebut. Bedanya, novel ini bertutur dari sudut pandang Fitzwilliam Darcy. Berhubung yang bersangkutan pelit bicara, jadi penasaran apa sih yang terlintas di benaknya sepanjang novel P&P. Kapan dia mulai jatuh cinta pada Elizabeth Bennet, setelah di pertemuan pertama dengan entengnya bilang "She's tolerable, but not handsome enough to tempt me" yang membuat Lizzie ilfil tralala kepadanya sejak awal. Kalau menonton miniseri BBC 1995-nya mungkin bisa tertebak mulai kapan Mr Darcy mulai terpesona pada Lizzie Bennet, yang tampak pada tatapan matanya yang mengguncang iman itu setiap kali melihat Lizzie. Tapi tetap saja, apa sih yang dia pikirkan? Para pembaca P&P bebas menerka-nerka sendiri, tapi Amanda Grange menuangkannya dalam bentuk novel.

Aku sendiri bertanya-tanya, apa yang dirasakan Mr Darcy setiap kali memandang Lizzie Bennet? Apakah dia fall in lust seperti dalam interview Colin Firth di novel Edge of Reasons-nya Bridget Jones?


CF: Because I think it was very important to Andrew Davies that Mr Darcy had the most enormous sex drive.
BJ: (Gasps)
CF: And, um ...
BJ: I think that came across really, really well with the acting. I really think it did.
CF: Thank you. At one point Andrew even wrote as a stage direction: "Imagine that Darcy has an erection."
BJ: Which bit was that?
CF: It's when Elizabeth's been walking across the country and bumps into him in the grounds in the early stages.
BJ: The bit where she's all muddy?
CF: And dishevelled.
BJ: And sweaty?
CF: Exactly.
BJ: Was that a difficult bit to act?
CF: You mean the erection?
BJ: (Awed whisper) Yes.
CF: Um, well. Andrew also wrote that I don't propose that we should focus on it, and therefore no acting required in that department at least.

Ups, melenceng deh... XD.
Tapi tidak, tidak... novel ini masih sesopan P&P, tidak ada deskripsi mengenai "penderitaan fisik" seperti yang ada di novel-novel historical romance modern di mana para heronya hampir tak kuasa menahan nafsu setiap kali memandang love interest-nya. Yang ada hanyalah pergulatan batin antara tertarik setengah mati pada Lizzie, tapi ilfil setengah hidup pada orang-orang di sekeliling gadis itu: Mrs Bennett yang memburu calon mantu yang berharta (wajar sih...), adik-adik Lizzie yang vulgar dan liar, etc etc...

Mengikuti cerita dari sudut pandang Mr Darcy, aku sungguh sangat memahami sikap yang diambilnya di Hertfordshire. Memasuki lingkungan baru, di mana masyarakatnya "norak" dan "vulgar" (sebut saja kampungan), di mana para bujangan eligible dipandang dari penghasilannya dan diburu-buru sebagai calon mantu secara terbuka, bagaimana tidak ilfil dan bete? Belum bahan percakapannya yang tidak bermutu. Pantas saja kalau Mr Darcy lebih memilih banyak diam dan hanya bergaul dengan orang-orang yang sudah dikenalnya dengan baik.

Terus terang, mungkin di kampungku di Cirebon aku juga bisa jadi dianggap sombong seperti Mr Darcy, karena jarang gaul dan ngobrol dengan tetangga. Bukan apa-apa, habis kalau mendengarkan obrolan mereka, yang dibicarakan tidak mutu (menurutku), sebagian besar malah gosip, baik gosip lokal maupun gosip interlokal (artis selebriti whatever). Lebih baik nggak usah ngobrol sekalian deh.

Jadi, sekagum apapun Mr Darcy terhadap Lizzie Bennet, satu-satunya gadis yang tidak terintimidasi olehnya dan tidak peduli pada kekayaannya (yang disadarinya karena gadis itu tersinggung oleh komentarnya di pertemuan pertama mereka), ia sama sekali tak mau memikirkan kemungkinan untuk menjadikan Lizzie sebagai Mrs Darcy. Tapi meskipun demikian, ia cemas waktu mendengar kabar tentang lamaran Mr Collins kepada Lizzie (lalu lega setelah tahu Lizzie menolaknya) dan cemburu kalau melihat dan mendengar Lizzie dekat dengan laki-laki lain, terutama George Wickham!

Mr Darcy sendiri, seperti halnya para makhluk Mars lainnya, kurang sensitif terhadap perasaan perempuan. Ia tidak sadar kalau Caroline Bingley berminat menjadi the next Mrs Darcy, meski tanda-tandanya sudah tampak dari awal. Ia baru ngeh waktu Caroline mulai sengit mengejek dan menghina Lizzie. Ia juga begitu pede dan yakin lamaran orang yang berasal dari kalangan terhormat dan setaraf dirinya bakal langsung diterima oleh Lizzie yang berasal dari "kalangan rendah".

Pengen rasanya nyekek Mr Darcy ini, baik saat baca P&P, nonton miniseri BBC, maupun baca novel ini, waktu dia menambahi pernyataan cinta ujug-ujugnya "You must allow me to tell you how ardently I admire and love you" dengan pidato ketidakrelaannya, karena Lizzie berasal dari golongan bawah, karena ia tidak suka pada ibu, ayah, dan adik-adik Lizzie, bahwa logika dan akal sehat membuatnya berusaha melupakan Lizzie tapi tak bisa, dan akhirnya ia terpaksa menyerah dan merendahkan dirinya sendiri dan keluarganya dengan meminta Lizzie menjadi istrinya.


Ini mau ngelamar atau ngehina sih, Mas! Yakin jawabannya iya lagi!
Sama aja kayak lamaran Mr Collins ini mah... *tendang!*

Tapi kasihan juga sih waktu dia merasa syok karena ditolak, apalagi dasar penolakannya setengahnya karena fitnah Wickham, bajingan yang pernah nyaris melarikan adik perempuannya. Sampai sini malah jadi ingat jawaban Mark Darcy waktu difitnah membawa lari tunangan Daniel Cleaver dan mematahkan hatinya, padahal yang terjadi sebaliknya. "No. My wife. My heart." Hiks...

Eh, maaf ngelantur lagi. Sampai mana tadi? Oh, ya... setelah itu kita akan dibawa simpati habis-habisan pada si kaku ini, dengan usahanya memperbaiki diri dalam bersikap lebih gentleman, bernegosiasi dengan musuhnya demi menenangkan pikiran Lizzie, ikut harap-harap cemas menunggu perubahan hati Lizzie, sampai akhirnya ikut berbahagia mendengar jawaban Lizzie, "My feelings are now different... that I am humbled to think that you can still love me... now I receive your assurances with gratitude and pleasure".

Huzza! Peduli amat keluarga Lizzie macam apa, dia kan bukan nikah dengan keluarganya. Seperti kata lagunya Frank Sinatra:

For nobody else give me a thrill
With all your faults, I love you still
It had to be you, wonderful you
It had to be you....
Senangnya, melihat Mas Darcy akhirnya bisa tersenyum lepas seperti manusia biasa. Congratulation!



Um, buat yang penasaran kapan Mr. Darcy mulai jatuh cinta pada Lizzie, Lizzie juga menanyakan hal yang sama. Dan begini jawabannya:

I cannot fix on the hour, or the spot, or the look, or the words, which laid the foundation. It is too long ago. I was in the middle before I knew I had begun.
Co cweet...

Catatan: Aku menulis review ini cukup panjang sebagai permohonan maaf atas review P&P, yang terus terang saja, hampir tidak ada reviewnya, karena terlalu berfokus pada oh-look-mr.darcy-is-so-cute-and-adorable-and-I-fall-in-lustlove-with-him.




View all my reviews

Sunday, February 19, 2012

The Valmont of My Desire

Les Liaisons Dangereuses: or Letters Collected in a Private Society and Published for the Instruction of OthersLes Liaisons Dangereuses: or Letters Collected in a Private Society and Published for the Instruction of Others by Pierre Choderlos de Laclos
My rating: 5 of 5 stars


Efek Pride & Prejudice membuatku akhirnya membaca novel klasik yang satu ini. Apa hubungannya P&P dengan Dangerous Liaisons? Benang merahnya kembali pada Colin Firth (lagi?!). Gara-gara Mr. Darcy-nya yang cute, aku mencari dan mendownload film di mana dia masih lebih muda lagi, Valmont (1989), yang disutradarai Milos Forman (Amadeus). Saat menontonnya, aku tersadar bahwa film itu adalah versi lain dari film Dangerous Liaisons tahun 1988, yang dibintangi John Malkovich, Glenn Close, Keanu Reeves dan Uma Thurman. Yang bikin penasaran, versi mana yang lebih setia pada novel aslinya?

 Yang ini?



Atau yang ini?


Mendownload ebook-nya dari Goodreads, malah bikin nangis darah karena ternyata isinya dalam bahasa Prancis! Akhirnya terpaksa menyambangi Kinokuniya dan membeli novel klasik ini.

Kalau pernah baca novel chicklit yang isinya full berbalas email atau BBM, maka boleh dibilang novel klasik Pierre Cordelos de Laclos yang terbit tahun 1782 ini adalah pelopornya. Novel ini murni berisi surat-menyurat antara para tokoh yang terkait, dan dari urutan surat itulah pembaca dapat membangun jalan cerita dalam imajinasi.

Berawal dari surat Marquise de Merteuil kepada Vicomte de Valmont, yang meminta sang playboy kembali ke kota Paris dari chateau bibinya yang sudah sepuh, Madame de Rosemonde. Ia ingin Valmont membantunya membalas dendam pada Comte de Gercourt. Toh mereka punya dendam bersama, karena Gercourt pernah mencampakkan Merteuil demi Intendante yang di waktu yang sama mencampakkan Valmont. Caranya? Valmont harus merayu dan merusak kehormatan calon pengantin Gercourt, Cecile de Volanges, sepupu Merteuil yang baru saja keluar dari biara.

Valmont menolak. Selain karena gadis polos lima belas tahun terlalu gampang bagi perayu ulung berpengalaman sepertinya, dia sedang sibuk memburu tantangan yang lebih sulit, Madame de Tourvel, istri seorang hakim yang sedang menginap di chateau bibinya. Untuk rencana jahatnya, Merteuil terpaksa mengandalkan Chevalier Danceny, pemuda hijau yang naksir dan juga ditaksir Cecile. Sayangnya karena keduanya masih sama-sama polos, perkembangannya terlalu lambat bagi Merteuil.

Akhirnya keberuntungan berpihak pada Merteuil. Gara-gara surat Madame de Volanges, ibunda Cecile, kepada Madame de Tourvel, yang isinya menjelek-jelekkan dirinya, Valmont mengalami hambatan dalam usaha menaklukkan de Tourvel. Padahal ia yakin sekali wanita itu sudah hampir jatuh ke tangannya. Saking jengkelnya, Valmont berubah pikiran dan bersedia mengikuti permintaan Merteuil untuk merusak Cecile hanya untuk membalas dendam pada ibunya.

Pucuk dicinta ulam tiba. Kisah cinta terlarang Cecile dan Danceny terungkap, sehingga Madame de Volanges (atas saran Merteuil tentunya) mengungsikan Cecile ke chateau Madame de Rosemonde. Ini sih sama saja dengan menyelamatkan domba dari rubah tapi mengumpankannya ke serigala... Dengan peran sebagai kurir surat cinta antara Cecile dan Danceny, dan dengan sedikit tipu muslihat, Valmont berhasil mendapatkan kunci kamar Cecile dari gadis itu sendiri. Dan apa yang bisa dilakukan gadis polos seperti Cecile ketika sang perayu ulung membangunkannya dari tidur untuk meminta satu ciuman? Satu ciuman yang diikuti hal-hal lain yang sama sekali tak diajarkan di biara tentunya. Awalnya Cecile melawan, tapi peringatan Valmont bahwa Cecile sendiri yang memberikan kunci kamarnya membuatnya pasrah.

Cecile mengadukan peristiwa malam itu pada satu-satunya orang yang bisa dipercayanya, Merteuil. Tapi meskipun merasa malu dan bersalah, dari isi suratnya dapat diketahui bahwa ia kebingungan karena meskipun ia tidak mencintai Valmont dan terus berkata tidak, reaksi tubuhnya berbeda dengan ucapannya, dan ketika pagi hari Valmont meninggalkannya, ia malah merasa menyesal. Merteuil malah menanggapi curhat itu dengan ringan, dan malah menggarisbawahi bahwa Cecile bukannya merasa malu, tapi menikmati semua itu. Ia malah menyarankan agar Cecile tetap berhubungan dengan Valmont! Dengan polosnya, Cecile mematuhi nasehat Merteuil, sehingga Valmont akhirnya memberikan pendidikan seks lengkap hingga tingkat advance.

Dengan menjatuhkan Cecile, tidak berarti Valmont melupakan tujuan awalnya menaklukkan Madame de Tourvel. Dari surat-surat wanita itu, Valmont tahu bahwa wanita itu sebenarnya sudah jatuh cinta kepadanya, hanya saja memilih untuk kabur dan menjauhinya. Malah, sebenarnya Valmont tinggal berusaha sedikit lagi saja untuk mendapatkan wanita pujaannya itu...

Klimaks cerita dimulai pada saat Valmont menagih janji Merteuil, yang didasarkan pada taruhan mereka di awal kisah, bahwa apabila Valmont terbukti bisa mendapatkan Madame de Tourvel lantas mencampakkannya, maka Merteuil menjadi miliknya. Karena Merteuil menolak memenuhi janjinya, maka dimulailah perang di antara kedua biang kerok itu!

Lalu, bagaimana nasib Cecile, Danceny, dan Madame de Tourvel setelahnya? Pada siapakah Valmont akhirnya jatuh cinta?

Tanpa perlu menuangkan akhir kisahnya di sini, cukuplah disebutkan bahwa dalam hal kesetiaan pada novel, film Dangerous Liaisons-nya John Malkovich yang lebih setia pada cerita aslinya. Khususnya bila dilihat dari surat-menyurat antara tokohnya (yang belakangan akan menjadi bukti-bukti yang menjatuhkan Merteuil), cara Valmont mendapatkan Cecile, atau Madame de Tourvel yang jatuh sakit karena patah hati. Valmont boleh dibilang adaptasi bebas yang lebih ringan.

Ehm, tapi tentu saja... meskipun akting John Malkovich sempurna, aku lebih suka Vicomte de Valmont yang ini:


Ketimbang yang ini:


Ha... jadi murni deh menjudge aktor berdasarkan tampang. Shallow banget ya. Sorry, John, habis Colin lebih adorable dan cute sebagai Valmont sih, apalagi kalo lagi tengil dalam usaha merayu Madame de Tourvel seperti ini :

Valmont sebelum kejebur ke sungai

Btw, ternyata naskah film Valmont ini juga membuat Colin Firth harus menjatuhkan diri ke air, dan jalan pulang ke rumah dengan pakaian basah melekat di tubuh. Huh, berarti adegan kemeja basah di P&P tidak orisinal tuh...





View all my reviews

Thursday, February 16, 2012

"Sekuel" Pride & Prejudice

Mr. Darcy, VampyreMr. Darcy, Vampyre by Amanda Grange
My rating: 2 of 5 stars

Aku sudah cukup lama punya buku ini, hasil bookwar WBD 2011 lalu. Novel ini baru kubaca setelah melihat bahwa ini "sekuel" dari Pride and Prejudice, yang kebetulan baru kubaca versi novelnya dan kutonton miniseri BBC 1995-nya.



Cover: Nggak suka. Cewek yang jadi Lizzie bolehlah siapa saja. Tapi untuk cowok yang jadi Mr. Darcy... hahaha,  sori menyori, gara-gara P&P BBC '95 yang tercetak di benak kalau baca "Mr. Darcy" hanyalah the young Colin Firth, sedangkan cowok di cover ini menurutku idih nggak banget deh.

Isi: cuma suka bab 1, yang boleh dibilang sambungan adegan pernikahan ganda Bingley-Jane & Darcy-Lizzie di episode terakhir miniseri bbc. Selanjutnya? Aargh...

Mr.Darcy yang tertutup di P&P di sini jadi tambah tertutup setelah menikah. Boro-boro berbagi kehidupan dan masa lalunya, berbagi ranjang dengan pengantin barunya saja nggak (kasian deh Lizzie, huhuhu). Untuk apa dong menikah, kalau dekat-dekatan aja nggak?

Mr. Darcy ternyata vampir? Euh... kurang masuk akal, karena di P&P dia banyak berkeliaran di siang hari bolong, di bawah terpaan sinar matahari. Atau mungkin dia tipe Daywalker macam Blade, ya? *dibahas*

Kesimpulan : so-so aja sih ceritanya. Spoilernya, demi Lizzie, Mr. Darcy bersedia menjadi manusia biasa lagi. Hm... ada cure-nya ya. Kalau tahu rahasianya, Angel dan Spike juga bisa kembali menjadi manusia dong...#balik ke I Luv Spike.com

View all my reviews

Sunday, February 5, 2012

Mr. Darcy!!!

Pride and Prejudice  Pride and Prejudice by Jane Austen
My rating: 5 of 5 stars


Membaca beberapa novel chicklit buatan Inggris akhir-akhir ini, yang menyinggung miniseri Pride and Prejudice BBC tahun 1995 di mana Colin Firth memerankan Mr. Darcy (dan adegan wet-look setelah berenang di telaga yang konon ehm membuatnya kelihatan sungguh seksih dan langsung menjadikannya heartthrob baru tahun itu), rasa penasaran membuatku langsung mendownload miniseri dimaksud tanpa tahu malu, dan langsung menonton semua episodenya.

Sebenarnya aku juga sudah nonton versi film tahun 2005 yang dibintangi Matthew Macfadyen dan Keira Knightley itu, tapi entah kenapa filmnya kurang berkesan dan tak satupun adegan yang nempel di memori. Beda halnya dengan versi Colin Firth yang waduh masih-sangat-muda-dan-ganteng.


Glek...



dan slurp...


Wiping drools.

Anyway, karena Mr. Darcy-nya Colin Firth inilah yang membuatku akhirnya membuka versi novelnya. Setelah dibandingkan, versi miniseri BBC sangat setia pada novelnya, kecuali adegan monumental di mana Mr Darcy berenang di telaga itu, yang mungkin sengaja diciptakan agar kaum wanita dapat melihat Colin Firth dalam kemeja basah tembus pandang.

Eh, ripyunya mana ya? Malah ngomongin Colin Firth 16 tahun yang lalu melulu...

Novel Pride dan Prejudice boleh dibilang jadi pakem plot dan tokoh novel-novel historical romance saat ini.

Cowok yang arogan tapi ganteng dan adorable. Checked.
Cewek yang pintar dan high spirited. Checked.
Ibu-ibu yang gigih memburu calon menantu eligible untuk anak-anak gadisnya. Checked.
Misunderstanding. Checked.
Yang nggak ada cuma bumbu adegan hotnya... :)

View all my reviews

Tuesday, January 31, 2012

A Tale of Two Vikings

A Tale of Two Vikings (Vikings I, #7)A Tale of Two Vikings by Sandra Hill
My rating: 4 of 5 stars

Historical romance kocak yang cocok untuk melepas stres, asalkan sebagai pembaca kita tidak terlalu peduli dengan plotnya yang sebagian besar berfokus pada bagaimana usaha para tokoh cowoknya agar bisa mendapatkan dan bercinta dengan cewek incaran masing-masing. Latar belakang diganti masa modern juga rasanya tidak akan mengubah cerita terlalu banyak. Zaman Vikingnya mungkin hanya untuk menegaskan kenapa cowok-cowok Viking jadi idola bagi cewek pada masa itu. Stereotipnya memang cowok Viking tinggi-besar-gagah-ganteng-pirang, jago bertarung dan ahli bercinta. Tapi yang paling penting adalah cowok Viking itu... SUKA MANDI (catatan: bukan nama daerah di Priangan). Karena berdasarkan sejarah jaman pertengahan bangsa-bangsa lain di Eropa jarang dan malas mandi (konon untuk menutupi bau badanlah orang Prancis menemukan parfum), maka cewek-cewek berbagai bangsa di Eropa jatuh cinta pada cowok Viking yang bersih dan wangi.

Novel ini berkisah tentang dua cowok kembar Viking (jelas sesuai judulnya), yaitu Toste Ivarsson dan Vagn Ivarsson, kembar identik yang hanya bisa dibedakan dengan tanda lahir berbentuk daun semanggi di paha bagian dalam Toste (yang jelas baru bisa dilihat kalau bagian bawah tubuh Toste telanjang ). Makanya meski judulnya dua Viking gambar covernya cukup satu, karena toh sama saja, mau dianggap Toste atau Vagn, silakan terserah pembaca.

Nah, konon Toste dan Vagn selalu melakukan segalanya bersama-sama. Bukan cuma lahir bersama, mereka sama-sama naik kuda pertama kali di umur tujuh tahun, naik cewek pertama kali (maaf, terjemahannya harfiah banget supaya nuansanya mirip-mirip aslinya) di umur tiga belas tahun, dan naik kapal pertama kali sebagai prajurit viking pemula di usia empat belas tahun. Mereka punya bahasa rahasia sendiri, belum lagi telepati, sehingga meski terpisah jarak yang satu bisa merasakan apa yang dialami yang lain, sakit atau terluka, misalnya. Bahkan lagi cukuran biasa saja bisa mendadak horny, kalau kembarannya memang lagi nafsu banget. Mereka tidak mau menikah, karena tak sanggup berpisah.

Alkisah setelah malang melintang bersama sampai usia tiga puluh satu tahun, barulah si kembar mulai merasa bosan terus menerus berperang, berpikir untuk pulang ke kampung halaman dan hidup berkeluarga dengan damai. Memang sih risikonya mereka yang sudah diusir dari rumah oleh sang ayah karena kelakuan mereka, harus minta pengampunan dan terpaksa menurut pada ayah dan kakak laki-laki mereka.

Baru juga berniat begitu, rombongan pasukan mereka diserang mendadak oleh pasukan Saxon. Keduanya luka parah, sama-sama mengira kembarannya tewas, dan kehidupan mereka mulai bercabang karena masing-masing ditolong oleh pihak yang berbeda.

Toste ditolong oleh biara terdekat, dan dalam prosesnya jadi tertarik dan jatuh nafsu pada Sister Esme, salah satu biarawati di sana (masih calon tapinya, karena belum disumpah sih), yang tentu saja cantik jelita.

Vagn diculik ditolong oleh Jarl Gorm Sigurdsson, yang mengiranya sebagai Toste, dan memaksanya untuk menjadi suami anak perempuannya, Helga. Waktu kecil Toste pernah bertunangan dengan Helga, tapi menolak gadis itu terang-terangan. Dalam prosesnya, karena Helga yang waktu kecil bak itik buruk rupa tapi sekarang sudah menjadi angsa yang cantik, Vagn jadi tertarik dan jatuh nafsu pada mantan tunangan Toste itu.

Sejak saat si kembar terpisah itulah novel terbagi menjadi dua cerita yang berbeda. Toste dan Vagn menjadi tokoh utama dari kisahnya masing-masing. Dan karena keduanya tukang bercanda dan humoris, jalan ceritanya jadi komedi situasi yang penuh narasi dan dialog kocak, meski kadang-kadang suka maksa. Sudah tentu, seperti diceritakan di atas, intinya adalah bagaimana prosesnya hingga Toste akhirnya dapat bercinta dengan Esme (selain plot sampingan menolong sang cewek dari ayah dan kakak-kakaknya yang kemaruk, sampai Toste sempat menyamar jadi Sister Tostina segala), atau bagaimana prosesnya hingga Vagn akhirnya dapat bercinta dengan Helga (meski sang cewek tidak ingin menikah dengannya, hanya berniat punya anak dari Vagn demi memberikan cucu bagi sang ayah). Baru menjelang novel berakhir, kedua kisah yang bercabang disatukan lagi dengan reuni si kembar yang akhirnya mengetahui kembarannya masih hidup. Tapi sebatang kara selama beberapa waktu telah menyadarkan keduanya untuk mulai menempuh dan memiliki kehidupan sendiri.

Bonus novel ini adalah tokoh Bolthor, prajurit Viking bertubuh raksasa yang bercita-cita jadi bard atau scald, yang gemar menciptakan saga-saga kocak dengan judul-judul yang tak kalah kocak. Setelah selesai baca, baru sadar bahwa novel ini adalah novel ketujuh dari serial Viking-nya Sandra Hill, dan tokoh Bolthor rupanya figuran dan hiburan tetap di seri ini. Tapi meskipun buku ketujuh, novel ini bisa dibaca terpisah dan tetap enak bisa dinikmati tanpa perlu membaca novel-novel sebelumnya.


View all my reviews

Tuesday, January 10, 2012

Dicari: Suami

Tender Rebel (Malory Family, #2)Tender Rebel by Johanna Lindsey
My rating: 3 of 5 stars

Roslynn Chadwick membutuhkan suami, as soon as possible, karena sepupu jauh yang tak disukainya bertekad menjadikannya istri demi memperoleh harta warisannya. Ia pun muncul di pesta-pesta London untuk berburu calon suami. Dalam salah satu pesta itulah ia bertemu Anthony Malory, si petualang cinta yang sungguh pria idaman, tapi bukan calon suami idaman.

Anthony memang terpikat pada Roslynn, tapi tanpa niat untuk menjadi suami tentunya. Hanya ketika sang sepupu jauh sampai melakukan penculikan untuk menikahi Roslynn dengan paksa, Anthony menyadari bahwa untuk menyelamatkan dan melindungi gadis itu, ia harus menikahinya sendiri.

Sebagai catatan, James Malory juga sempat mengincar Roslynn, tapi gagal.
Bukan karena ia kalah kelas dari Anthony, namun persaingan di antara mereka biasanya dimenangkan siapa yang lebih dulu dilihat target. Kebetulan saja yang pertama bertemu Roslynn adalah Anthony.

Dalam novel ini, terdapat kisah pertemuan pertama James Malory dengan gadis yang akan menjadi jodohnya di novel berikutnya.

View all my reviews

Malory vs Anderson Part II

The Magic of You (Malory Family, #4)The Magic of You by Johanna Lindsey
My rating: 3 of 5 stars

Warren Anderson bertekad takkan pernah menikah, setelah dikhianati satu-satunya wanita yang pernah dicintainya. Ia bersikap dingin dan tanpa emosi terhadap semua wanita, yang baginya hanya pemuas kebutuhan dasar belaka.

Di balik penampilan luar yang belia dan polos, Amy Malory sebenarnya mewarisi semangat dan tekad khas Malory. Sekali ia menjatuhkan pilihan calon suami pada Warren Anderson, ia bertekad untuk mendapatkannya dengan segala cara, tidak peduli pendapat kedua pamannya James dan Anthony yang jelas tidak suka pada Warren Anderson, mengingat laki-laki itu hampir menggantung James dengan tuduhan bajak laut (yang memang benar adanya), dan bahkan tidak peduli pendapat Warren Anderson sendiri...

Warren bukannya tidak terpikat pada kecantikan Amy, tapi ia sudah bertekad takkan pernah menikah dengan wanita manapun, apalagi dengan keponakan musuh bebuyutannya.

Namun bagaimanapun Warren juga manusia. Laki-laki mana yang tahan dikejar-kejar dan dirayu gadis jelita yang delapan belas tahun lebih muda...




View all my reviews

Monday, January 9, 2012

What Love?

A Pirate's LoveA Pirate's Love by Johanna Lindsey
My rating: 1 of 5 stars

Bettina Verlain, the heroine of the story, is abducted by the hero of the story (or maybe we can call him the main villain?) Captain Tristan, a sexy and handsome pirate. And the hell begins... (just for Bettina, cause for Tristan it's a wonderful voyage).

Abundant with numerous rape scenes, no wonder feminists despise this novel.

But this story is just another case of Stockholm Syndrome. Eventually, Bettina falls in love with Tristan, and vice versa.

A good romance novel usually makes female reader falls in love a bit with the main hero, but I think Captain Tristan Matisse doesn't have the hero material that needed.

Well, maybe it's understandable 'cause this novel is one of the first of Lindsey's.

View all my reviews

Sunday, January 8, 2012

My First Lindsey Novel

Defy Not the Heart (Shefford's Knights, #1)Defy Not the Heart by Johanna Lindsey
My rating: 5 of 5 stars

The first Johanna Lindsey's novel that I've read. Gosh, I love every page in it and like to re-read it occasionally.

I love the characters in the novel, from Ranulf Fitz Hugh the grouchy sexy giant hero, Reina the high spirit heiress, Walter the witty knight, and more...

Too many incidental surprises in the storyline, but who cares?





View all my reviews

Saturday, January 7, 2012

Bodiceripper in Love

Gentle Rogue (Malory Family, #3)Gentle Rogue by Johanna Lindsey
My rating: 5 of 5 stars

Boleh dibilang, James Malory adalah tokoh favorit Johanna Lindsey di seri Malory ini, mengingat James selalu tampil dalam setiap novel. Tapi jelas, di novel ini ia adalah pemeran utamanya.

James tipe pemberontak dan pembuat masalah dalam keluarga. Petualang cinta kelas wahid sejak masih belia, ia menjadi buruan favorit para wanita bangsawan London yang bahkan sudah bersuami. Skandalnya dengan para istri tak setia itu membuatnya bertekad takkan pernah menikah seumur hidup.

Petualangannya memburu dan diburu wanita serta duelnya para suami yang merasa terhina ternyata tidak cukup bagi James. Ia membutuhkan tantangan lebih dan bertualang ke Karibia sebagai bajak laut, dengan nama Captain Hawke, yang membuatnya sempat tidak diakui oleh keluarganya. Karirnya sebagai bajak laut berakhir setelah ia bertemu dengan putra sulungnya, Jeremy. Dan ia kembali ke London dan diakui kembali oleh keluarganya setelah ia "mematikan" Captain Hawke di novel pertama Malory.

Dalam pelayaran terakhirnya ke Karibia untuk menjual perkebunannya di sana ia bertemu dengan Georgina Anderson, yang menyamar sebagai anak laki-laki agar bisa menumpang kapalnya. Tentu saja James tahu benar bahwa "George" sebenarnya seorang gadis cantik, dan berupaya membuat gadis itu berhasrat pada dirinya dengan segala cara...

Dalam novel ini diperkenalkan kakak-beradik Anderson, kakak laki-laki George yang menjadi musuh bebuyutan James. Tiga di antaranya akan menjadi tokoh utama di novel berikutnya:
- Warren Anderson
- Drew Anderson
- Boyd Anderson




View all my reviews